Sel. Jun 18th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Yayasan dan Manajemen RS Islam Dilebur

2 min read
Rapat Walikota Gorontalo Marten A Taha, bersama Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, serta jajaran pengurus Yayasan dan manajemen Rumah Sakit Islam
Rapat Walikota Gorontalo Marten A Taha, bersama Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, serta jajaran pengurus Yayasan dan manajemen Rumah Sakit Islam

 RadarGorontalo.com – Konflik antara manajemen Rumah Sakit (RS) Islam dengan pihak yayasan, membuat rumah sakit tersebut mogok beroperasi hampir sebulan. Khawatir itu bisa berdampak pada pelayanan kesehatan para pasien, Pemerintah Kota pun akhirnya turun tangan. Hasilnya, tak cuma manajemen dan yayasan yang dilebur, pengurus lama dibekukan dan ditunjuk pengurus sementara.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup, di ruang kerja Walikota Gorontalo Senin (18/07). Ada beberapa kebijakan yang telah diambil Pemerintah Kota bersama dewan pengawas, salah satunya meleburkan sementara pengurus yayasan dan manajemen di RS Islam. Dan menurut Walikota, langkah ini bertujuan untuk menjadikan RS Islam lebih baik, dari yang sebelumnya. “Sebagai Pemerintah Kota, kami tidak ingin RS Islam kembali vakum, hanya karena persoalan intenal,”terang Walikota. Secara jelas Walikota mengungkapkan, buntut dari persoalan ini yakni diawali dengan hilangnya rasa percaya pihak manajemen terhadap yayasan, yang diduga terkesan menginterfensi tugas dari manajemen.

Sehingga, komite medik pun menerbitkan surat dalam bentuk laporan, yang diteruskan ketua yayasan dan tembusannya Pemerintah Kota. “Isi surat itu langsung kami tindak lanjuti, melalui lagkah on the spot di lapangan, dalam hal ini mencek langsung realita kondisi RS Islam. Dan hasilnya, ada beberapa temuan yang didapat tim investigasi Pemerintah Kota, berkaitan dengan isi surat dari komite medik. Salah satunya tambah Walikota, adalah tidak dipenuhinya hak karyawan RS Islam oleh pihak yayasan,”jelas Walikota.

Kemudian tambah Walikota, pertemuan tertutup ini merupakan tindak lanjut dari pemanggilan sebelumnya yang dilakukan Pemerintah, terhadap Yayasan dan manajemen RS Islam beberapa pekan kemarin. Yang menghasilkan beberapa kebijakan bersifat intruksi, agar yayasan melakukan pertemuan dengan pembina, pengawas dan pengurus yayasan, serta pengawas RS. Yang hasilnya, telah dirapatkan dalam forum yang dihadiri semua unsur. “Mulai dari pembina, pengawas dan pengurus yayasan, komite medik dan badan pegawas RS, serta intansi terkait dari Pemerintah Kota,”ungkap Walikota.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu sejak pukul 14.25 WITA Senin kemarin itu, ada lima keputusan yang dilahirkan forum. Diantaranya, melakukan regenerasi terhadap kepengurusan yayasan, meminta yayasan untuk menyusun mekanisme kerja, yang berhubungan antara yayasan dengan manajemen. Yang konsep program kerjanya, telah disusun Pemerintah Kota Gorontalo, yang telah disetujui forum. “Ketiga, Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan melakukan pendampingan terhadap manajemen, sampai terbentuknya manajemen yang definitif.

Serta akan melakukan audit secara total terhadap RS Islam, yang bertujuan untuk melahirkan manajemen yang profesional. Kemudian, manajemen yang nantinya sudah disahkan, agar segera membentuk konsep kerja, dan komite medik yang sebelumnya mogok kerja, agar bisa memulai aktivitasnya seperti sedia kala,”terang Walikota, sembari menjelaskan bahwa pengurus yayasan yang sementara dibentuk diantaranya, Ketua Idris Rahim, Ketua Harian DR Haris Panai, Sekretairs Umum dr. Rusli Katili, Wakil-wakilnya dr Elson Zakaria, Candra Lasimpala, Bendaharap dr. Teti Uloli. Kemudian mengusulkan ditetapkan dewan pengawas dengan Ketuanya Prof. DR. Ir. Hi, Nelson Pomalingo M,Pd, Ketua Harian dr Tayib Saleh, Fatma Wati Syarif sebagai anggota. (rg-62)

Share

Tinggalkan Balasan