Sen. Jun 17th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Talumelito, Desa Konservasi Budaya Pusat Malam Tumbilotohe

2 min read
Bupati Nelson Pomalingo menyalakan lampu Tonggolo’opo dimalam tumbilotohe Desa Talumelito, Kabgor. (Foto:Brhn)

RGOL.com – Gorontalo memang memiliki banyak nilai budaya yang kaya keragamannya. Satu diantaranya malam pasang lampu atau tumbilotohe.

Kebudayaan yang terus dilestarikan sejak jaman nenek moyang disetiap 3 hari diakhir bulan Ramadhan itu menjadi trade mark Gorontalo.

Ribuan lampu botol yang menghiasi setiap ruas jalan di halaman rumah masing-masing, nama Tonggolo’opo dan Alkus menjadi ciri hiasan eksotik masyarakat yang menyambut datangnya idul fitri.

Suka cita masyarakat pun tampak diruas ruas jalan dengan adanya malam pasang lampu Tumbilotohe.

“Ini adalah tradisi kebudayaan yang dibangun lewat kearifan lokal masyarakat yang dikenal santun bermartabat bermasyarakat,” tukas Bupati Nelson Pomalingo saat membuka gelaran festival tersebut di desa Talumelito, pusat lomba festival tumbilotohe di Kabgor.

Bupati Nelson Pomalingo sendiri Punya sejarah besar tentang malam pasang lampu Tumbilotohe. Orang nomor 1 di Kabgor itu menceritakan bahwa tumbilotohe tidak lepas juga dengan berdirinya daerah Provinsi Gorontalo.

“Historisnya jelas, ditahun 2000 takkala Provinsi Gorontalo berdiri, nilai budaya Tumbilotohe menjadi nilai lahirnya provinsi ini berdiri,” papar Nelson yang menceritakan sejarah berdirinya Gorontalo sebagai salah satu deklarator berdirinya Provinsi Gorontalo kala itu.

Oleh sebab itu kata Nelson, tumbilotohe Tak lepas dari sejarah beridirnya Provinsi Gorontalo yang kita cintai bersama. Dipilihnya pula Desa Talumelito, sebab Desa ini adalah Desa konservasi budaya sarat makna dengan nilai nilai kebudayaannya yang begitu terkenal.

Sehingga dengan digelarnya festival tumbilotohe di Desa Talumelito maka semoga ini menjadi identitas Kita rakyat Gorontalo, karena Gorontalo lahir dengan segudang kebudayaan yang sampai saat ini masih terus kita jaga nilai-nilai kelestarianya.

“Tradisi ini wajib Kita Lestarikan sebagai nilai kebudayaan Kita,” tutup Bupati Nelson.

Sementara itu Kadis Disporapar, Yusran Lapananda mengatakan, ada seribu lebih lampu yang Kita sajikan didesa Talumelito ini, hasil kerja sama pemerintah, OPD dan PKK Kabgor.

“Terima kasih atas kerjasama semua pihak akan terlaksananya acara ini. Sebab selain memaknai nilai kebudayaan, Tumbilotohe kali ini Kita lombakan, untuk menambah kegembiraan kita, masyarakat Kabgor, menyuguhkan keindahan malam tumbilotohe lewat kreasi Tumbilotohe,” papar Yusran. (Qen)

Share

Tinggalkan Balasan