Ming. Jun 16th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Surga Tersembunyi Di Ujung Sumalata

2 min read

Bukit Ilalang Pantai Diyonumo (foto by : Pencinta Alam UG.)

Bukit Ilalang Pantai Diyonumo (foto by : Pencinta Alam UG.)

RadarGorontalo.com – Lokasinya ada di Desa Deme II, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara tepatnya Pulau Diyonumo. Jarak dari Kota Gorontalo, sekitar 120 kilo meter. Untuk menuju pulau, perlu menyewa perahu warga. Jangan khawatirr.. harganya murah kok. Cukup keluar ongkos Rp. 20 ribu per kepala untuk sekali pergi pulang. Dengan jarak tempuh 10 menit, kita sudah sampai di spot itu. Jauh memang.. tapi sebanding. “Lelah kalian akan hilang seketika, bila tiba sampai di puncak, ” kata Om Zan, warga setempat kepada kru Radar Gorontalo.

Setibanya di pulau Diyonumo, kita langsung disambut dengan hamparan pasir putih yang mengelilingi pulau. Karang yang menjulang, hingga beberapa pulau kecil yang berada dekat situ, ikut memanjakan mata. Tenang.. bagi yang bawa anak, pantainya cukup aman karena tidak terlalu dalam. Menariknyaaa… kata warga sekitar, yang hobi menyelam spot satu ini sangat menjanjikan. Katanya sihh, di kedalaman para diver bisa menikmati puing-puing kapal karam, yang sebagian besar sudah ditumbuhi karang. Konon itu adalah puing-puing kapal milik penjajah duluu.. sabarrrrr…. Itu baru bagian pantainya.

Ditengah-tengah pulau, berdiri kokoh bukit yang ditutupi ilalang, hingga ke punggung pulau. Belum ada namanya sihh.. jadi dinamai saja Bukit Ilalang. Bagi mereka yang ingin sedikit tantangan, boleh naik ke bukit itu. Meski agak terjal awalnya saat start dikaki bukit, namun rumitnya mendaki dikisaran 5 meter pertama akan terobati saat kita tiba di bagian landai bukita ilalang, yang cukup enteng untuk dijejaki. Hingga mencapai dua puncak teratas, jalur itu sudah tidak terlalu sulit untuk dilalui. Dipuncak bukit kita akan melihat sebuah panorama alam yang indah, laut lepas, hingga perkampungan warga yang samar terlihat.

Itulah Desa Deme II dan sekitarnya di Kecamatan Sumalata, Gorontalo Utara. Bila datang pas cuaca lagi cerah, maka kita bisa menikmati terbenamnya matahari yang indahnyaa tak bisa digambarkan, alias harus datang sendiri. sayang, saat kru Radar Gorontalo datang, cuaca lagi mendung.. tapi tak mengapa, keindahan pantai pasir putih, plus bukit ilalangnya sudah cukup mengobati. Warga masyarakat setempat pun sangat bersahabat. Dengan menarifkan harga sewa setiap perahu yang ada Rp 20 ribu per kepala untuk satu kali pergi pulang, si pemilik perahu tetap setia menunggu. Bahkan, ada warga yang tetap stand by menemani pengunjung, bila mereka butuh sesuatu. Terutama pengunjung yang berniat untuk nginap semalam..

PERLU DIJAGA DAN DILESTARIKAN.

Pencinta Alam UG
Pencinta Alam UG

Dari sekian banyak keindahan yang ditawarkan, ada juga sisi negatifnya. Salah satunya sarana air bersih.. Tak cuma itu, diseputaran pantai dan perbukitan belum ada, rambu rambu peringatan, misalnya untuk tidak mengotori pantai dan sepanjang jalur pendakian. Sebab dari pengamatan crew Radar Gorontalo yang berkunjung disana dengan pecinta alam UG, kawasan perbukitan masih dipenuhi sampah.

Beruntung warga, sigap mengatasi hal ini dengan melakukan pembersihan, mulai dari bibir pantai hingga puncak bukit. Untuk itu tinggal menunggu kesadaran kita untuk terus menjaga keindahan pantai dan bukit ilalang ini demi keasrian pulau Diyonumo Sumalata. (tuken/RG)

Share

Tinggalkan Balasan