Sab. Mei 25th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Ramadhan Penting Untuk Tumbuhkan Sikap Tolak Narkoba

3 min read
BNNK bonebol memberikan penyuluhan kepada ratusan santri MTs Hubulo, di Mesjid Al-Hidayah, Kompleks Pesantren Hubulo, Kecamatan Tapa, Senin (13/05)

RGOL.com – Padatnya berbagai kegiatan ibadah di bulan Ramadan bertujuan untuk menumbuhkan ketakwaan umat Islam.

Sementara Iman dan Takwa sendiri merupakan benteng terkuat dalam menangkal bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Maka tepat jika dikatakan kalau Ramadan adalah bulan yang baik untuk menumbuhkan sikap anti narkoba. Terutama bagi para siswa dan remaja.

Demikian diungkapkan Penyuluh Narkoba Ahli Muda Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango, Muzzammil D. Massa, S.Sos saat memberikan penyuluhan kepada ratusan santri MTs Hubulo, di Mesjid Al-Hidayah, Kompleks Pesantren Hubulo, Kecamatan Tapa, Senin (13/05).

Muzzammil mengatakan salah satu golongan yang dijanjikan Allah SWT syafaat perlindunganNya di padang mahsyar kelak adalah kaum pemuda dan pemudi yang senantiasa menjaga ibadah serta menjauhi laranganNya.

Ini karena kaum pemuda, termasuk di dalamnya para remaja, adalah kelompok yang menghadapi paling banyak tantangan dan godaan.

“Ini dibuktikan dengan kondisi zaman sekarang di mana remaja merupakan salah satu kelompok paling tinggi risiko terpapar bahaya narkoba.

Remaja menghadapi banyak sekali tantangan dan godaan termasuk di dalamnya godaan menggunakan zat dan obat-obatan terlarang yang merusak serta merugikan diri sendiri,” ujar Muzzammil.

Alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin Makassar ini mengingatkan para siswa untuk berani mengatakan tidak pada narkoba. “Jangan jadi remaja gampangan.

Maksudnya jangan jadi remaja yang gampang terbujuk narkoba. Bandar dan pengedar akan melancarkan berbagai rupa trik agar kamu tertarik membeli narkoba darinya.

Mulai dari bujukan manis, kata-kata bernada tantangan bahkan sampai ancaman,” pesannya. Ia menilai umumnya remaja susah menahan diri kalau ditantang.

Misalnya dikatai pengecut, penakut, payah, banci atau tidak keren kalau tidak pakai narkoba.

“Padahal yang namanya keren itu kalau berprestasi, kalau bisa membanggakan orang tua dan sekolah, serta kalau mampu meraih profesi yang dicita-citakan.

Kamu jadi gila, masuk penjara, atau mati karena overdosis, apakah itu yang dikatakan keren?” tanya Muzzammil yang kemudian disambut riuh para siswa yang serempak menjawab “tidak!”.

Penyuluhan yang diadakan BNNK Bone Bolango di MTsHubulo kali ini merupakan inisiatif BNNK Bone Bolango.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Bone Bolango, Mulyati Imran, SKM, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango yang proaktif dalam melaksanakan Program P4GN.

“Koordinasi BNNK, Dikbud dan sekolah-sekolah terutama tingkat SD dan SMP terjalin dengan baik sehingga berbagai kendala,terutama terbatasnya anggaran, dapat kami atasi bersama,” ujar Mulyati.

Namun begitu, Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo tersebut menilai peran serta masyarakat dalam program P4GN di Kabupaten Bone Bolango masih perlu ditingkatkan lagi.

Pasalnya sejauh ini BNNK Bone Bolango tidak banyak mendapatkan undangan dari instansi pemerintah maupun kelompok-kelompok masyarakat untuk memberikan sosialisasi bahaya dan pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing.

“Selama ini BNNK selalu melakukan aksi jemput bola. BNNK yang mendatangi instansi dan kelompok-kelompok masyarakat untuk melaksanakan sosialisasi bahaya dan pencegahan narkoba.

Memang ini sudah tugas kami. Namun meskipun begitu, permasalahan narkoba bukan hanya masalah BNN, melainkan masalah semua elemen masyarakat.

Narkoba adalah kejahatan luar biasa yang penanganannya tidak mungkin hanya mengandalkan BNN semata,” sambungnya.

Mulyati berharap masyarakat mampu berinisiatif melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya dan pencegahan narkoba secara mandiri, baik di lingkungan sekolah, tempat kerja, maupun lingkungan tempat tinggal.

“In Shaa Allah kami selalu siap mensupport, baik dengan mengirimkan penyuluh maupun dengan menyediakan konten materi penyuluhan. Masyarakat cukup menghubungi, maka kami siap meluncur,” janjinya. (JAM)

Share

Tinggalkan Balasan