Kam. Jun 27th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Raja Salman dan Asa Investasi di Gorontalo

3 min read
Raja Salman bersama Presiden Joko Widodo (cnnindonesia)

RadarGorontalo.com – KEDATANGAN Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, menuai asa atau harapan dari para tokoh dan masyarakat Gorontalo, setidaknya provinsi ke 33 di Indonesia ini, bisa ikut menuai pundi-pundi investasi.

Ayi Ilham, Gorontalo

SEBAGAI negara kaya di benua Asia, warga Indonesia, khususnya pemerintah dan masyarakat di provinsi Gorontalo, sangat berharap ada kerja sama dibidang investasi, dari negara Arab Saudi ke provinsi Gorontalo, menyusul kunjungan kenegaraan Raja Salman, selama beberapa hari di Indonesia.

Dimana, sejumlah anggota Deprov Gorontalo, sangat berharap, hal itu lebih dititikberatkan dalam upaya menggali dan menggalakan segala potensi yang dimiliki oleh daerah Gorontalo, khususnya dibidang pertambangan. Karena, menurut para politisi di Parlemen Puncak Botu ini, ada banyak potensi di bidang pertambangan yang terpendam di provinsi Gorontalo. Namun sayang, karena keterbatasan anggaran, hal itu tidak bisa diberdayakan. “Seperti contoh, potensi akan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Suwawa Timur, kabupaten Bone Bolango. Dari kajian dan penelitian sewaktu saya masih di DPRD Bonbol dulu, itu jika diolah, kadar listrik yang akan dihasilkannya, lebih besar dari PLTP Lahendong di Tomohon Sulawesi Utara (Sulut).

Namun karena saat itu, kami di Bonbol, memiliki keterbatasan anggaran untuk mengelolannya, potensi ini, tidak mampu kami berdayakan,” ungkap anggota Deprov Gorontalo, Rusliyanto Monoarfa, kemarin.Lebih lanjut, kata mantan Ketua DPRD Bonbol ini, selain di Suwawa Timur, potensi pertambangan lainnya yang dimiliki oleh provinsi Gorontalo, masih tersebar di daerah-daerah lainnya, seperti di kabupaten Gorontalo Utara (Gorut). Yang diduga, disejumlah kawasan perairan lepas pantai-nya, membekali potensi kilang minyak. “Olehnya, kami berharap, sekiranya Penjabat Gubernur, dan para elit politisi serta birokrasi, hingga yang berkecimpung di DPR-DPD RI di pemerintah pusat, dapat menyuarakan aspirasi ini, untuk bisa diakomodir oleh Raja Salman dan pemerintah Arab Saudi, untuk berinvenstasi di provinsi Gorontalo, khususnya pada sektor pertambangan. Bukan tidak mungkin, hal ini akan mendulang sektor peningkatan ekonomi di provinsi Gorontalo. Iya kan?” harap Rusliyanto lagi.

Dua poin lainnya, menurut Rusliyanto lagi, akan begitu potensial mendukung kerja sama provinsi Gorontalo dengan pemerintah Arab Saudi. “Yakni, keterwakilan bapak Menteri ESDM, Ignasius Jonan, sebagai tokoh berdarah Gorontalo di pemerintah pusat. Dan, slogan provinsi Gorontalo yang di klaim sebagai Bumi Serambi Madinah dengan falsafahnya Adat Bersendikan Syara’ dan Syara’ Bersendikan Kitabullah. Bukankah, kedua hal ini, yang berpotensi paling dekat psikologinya, dalam upaya provinsi Gorontalo menuai ketertarikan investor dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi,” terang Ketua Badan Legislasi (Banleg) Deprov Gorontalo ini.

Kerjasama Indonesia – Arab Saudi

Sementara itu, kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud di Istana Kepresidenan Bogor kemarin (1/3), sedikitnya ada 11 Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh kedua pemerintah. Mulai dari komitmen investasi di bidang infrastruktur, pengembangan UMKM, peningkatan frekuensi penerbangan, kelautan dan perikanan, hingga sejumlah kerjasama pendidikan dan keagamaan. Termasuk di dalam kesepakatan tersebut adalah komitmen kerjasama antara Perusahaan minyak Saudi, Aramco, dengan PT Pertamina untuk pengembangan kilang minyak di Cilacap (lihat grafis).

Dalam pertemuan bilateral itu, Presiden Joko Widodo berharap, ada peningkatan hubungan yang saling menguntugkan antara kedua negara. Baik dalam konteks bilateral maupun internasional. ’’Hubungan Indonesia dan Arab Saudi dipersatukan oleh Islam, persaudaraan, dan sifat saling menguntungkan,’’ lanjutnya.

Apresiasi serupa disampaikan Raja Salman. Dia menyampaikan sanjungan atas sambutan masyarakat Indonesia yang hangat. ’’Semoga kunjungan ini dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan hubungan bilateral antara kedua negara kita di berbagai bidang,’’ ucap Raja 81 tahun itu.

Sementara itu, Menlu Retno Marsudi menuturkan, salah satu hal yang menjadi fokus Indonesia adalah kerjasama perdagangan. Indonesia mendorong Saudi untuk menghilangkan hambatan-hambatan dalam kerjasama perdagangan. ’’Indonesia mengharapkan pemberian kemudahan akses pasar bagi produk-produk Indonesia,’’ tuturnya. Seperti produk halal, perikanan, obat-obatan, alat kesehatan, hingga produk tekstil dan garmen.

Selain itu, Presiden juga menyambut baik penandatanganan kerjasama investasi antara Aramco dengan PT Pertamina senilai USD 6 miliar. ’’(Presiden) juga mendorong agar joint venture segera dilakukan,’’ lanjut Retno. Kedua pemimpin juga membahas sejumla proyek infrastruktur yang ditawarkan Indonesia. Di antaranya, PLTU Mulut Tambang di Jambi, jalan raya, hingga perumahan.

Menurut Retno, Presiden juga menyampaikan permintaan agar Raja Salman lebih mengayomi masyarakat Indonesia yang bermukim di Saudi untuk berbagai keperluan. ’’Respons Raja Salman, tanpa diminta pun kami pasti selalu mengayomi masarakat Indonesia di Saudi, ucap Retno.
(*/jpg/rg)

Share

Tinggalkan Balasan