Kam. Jun 27th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Pro-Kontra Bisnis Waralaba

2 min read
ilus : Anwar/RG

RadarGorontalo.com – Baru saja disinggung soal donasi Alfamart, belum lama ini pemerintah kota (Pemkot) Gorontalo malah sudah menggelar grand opening kompetitor sejatinya, yakni Indomaret. Jelas-jelas persoalan belum selesai, pemerintah sudah membuka masalah baru. Nampaknya suara DPRD terabaikan, seperti sebelumnya, anggota Komisi B, Mucksin Brekat, menyinggung persoalan jumlah dan lokasi pembangunan Alfamart hingga donasinya.

“Dulu Alfamart juga demikian. Katanya hanya akan dibangun di jalan-jalan khusus perkotaan. Kini hampir ditiap sudut kota sudah terlihat. Kira-kira sudah 30 gerai ini dibangun di Kota Gorontalo,” jelas Mucksin.

Pro-kontra terkait keberadaan Alfamart dan Indomaret yang tidak ada ujungnya, nampaknya turut meransang kalangan anggota legislatif (Aleg) untuk segera menindaklanjuti hal tersebut. Bahkan, para wakil rakyat rencanannya akan menggelar dengar pendapat bersama instansi terkait dan pihak perusahaan waralaba ini. “Ini harus kita tindaklanjuti, agar tidak menjadi masalah dikemudian hari,” tukasnya.

Ia menerangkan, dengar pendapat menjadi ajang untuk pihaknya mengupas tuntas persoalan, seperti izin dan keuntungan apa yang diberikan pihak perusahaan kepada Kota Gorontalo serta kajian lokasi yang dibuat oleh pemerintah. “Harus kita bahas tuntas, jangan keberadaan Indomaret ini lantaran kedekatan emosional atau pun hal-hal lain, tanpa melihat peraturan yang berlaku, seperti halnya Alfamart,” sentil Mucksin.

Dia mengakui, keberadaan bisnis waralaba ini menguntungkan masyarakat, sebab menawarkan harga barang murah. Namun, sangat berdampak buruk bagi pengusaha warung kecil. “Barang murah pastinya banyak diburu masyarakat. Namun ingat, lama-kelamaan usaha kios atau warung kecil bakal gulung tikar,” singgung Mucksin.

Selain itu, politisi partai demokrat ini menilai bisnis waralaba hanya meraup untung, sementara uang dari hasil penjualan semua gerai di bawa keluar daerah. “Apakah perputaran ekonomi seperti itu yang kita inginkan, tentu harus kita kaji lagi, uang tidak beredar di Kota Gorontalo, di tambah penghasilan pemilik warung kecil menurun,” pungkasnya. (rg-63)

Share

1 thought on “Pro-Kontra Bisnis Waralaba

  1. Untuk kota kecil seperti Gorontalo yang kekurangan modern market harusnya bagus kalo retail seperti Alfamart & Indomaret masuk. Customer jadi bisa berbelanja di tempat yg barangnya murah & lengkap, bersih & nyaman. Ini sudah tahun 2017,mau tidak mau,suka tidak suka yg namanya modernisasi pasti akan terus berjalan. kalo tidak,maka sampai kapan pun gorontalo tidak akan bisa maju.

Tinggalkan Balasan