Sen. Jun 17th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Posting Ujaran Kebencian di Medsos, Pilot Swasta Ditangkap

2 min read
“Ilustrasi hate speech” By RGOL.com

RGOL.com –Polres Metro Jakarta Barat mengamankan seorang pilot berinisial IR yang bertugas di salah satu maskapai penerbangan di Indonesia. Dia diamankan lantaran diduga menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.

Serta diduga menyebarkan pesan yang menyesatkan dan ajakan perlawanan.

“Benar kami telah menangkap seorang pilot yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial dan melanggar UU ITE.

Pelaku berinisial IR kedapatan menyebarkan pesan yang bermuatan ujaran kebencian atau hate speech secara masif dan menyesatkan melalui akun Facebook IR,” kata Kasatreskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu dalam keterangannya, Senin (19/5).

Edy menerangkan, pelaku melalui akun facebook-nya memposting tulisan dengan konten ujaran kebencian serta narasi-narasi yang mengandung teror dan hasutan. Salah satunya, yakni untuk melakukan perlawanan pada 22 Mei 2019.

“Selain memposting konten yang mengandung hasutan dan mengandung teror, pelaku juga telah melakukan penyebaran konten-konten hoax, salah satunya adalah ‘Polri siap tembak di tempat perusuh NKRI’,” imbuhnya.

IR diamankan Satreskrim Polres Jakarta Barat di rumahnya di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu, (18/5). Saat ini, polisi masih mendalami motif IR menyebarkan ujaran kebencian tersebut.

Terpisah, Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi juga mengatakan, saat ini IR telah dibawa ke Jakarta usai diperiksa di Polrestabes Surabaya. Penangkapan IR merupakan bagian dari patroli siber.

“Kita kan patroli siber, ITE siapa yang lihat pertama kali kita bisa tangkap di mana saja,” ucapnya.

Dalam kasus ini, Polres Metro Jakarta Barat juga melibatkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Sebab, dalam postingan sang pilot tercium unsur-unsur radikalisme.

“Sejak awal kami berkoordinasi dengan Densus untuk mendalami apakah ada kecenderungan radikalisme dari pada pilot ini,” tegas Hengky.

Petugas juga masih mendalami terkait narasi yang dibuat IR apakah murni dibuatnya sendiri, atau ada pihak lain yang membuatnya kemudian pelaku hanya menyebarkan.

“Kami juga berkoordinasi dengan pihak kementrian perhubungan, bahwa ini perlu menjadi atensi bersama. Karena yang bersangkutan ini pilot,” pungkas Hengky.

Meski begitu, Hengky sampai saat ini belum bisa memastikan jika perbuatan IR bagian dari aksi terorisme, karena masih dalam pendalaman kasus. Selain itu, petugas juga masih menggali adanya kemungkinan pelaku lain dalam kasus ini

Share

Tinggalkan Balasan