Sen. Jun 17th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Pengidap HIV-AIDS di Pohuwato Capai 64 orang dan Didominasi ASN

2 min read
Ilust by Net

RGOL.com – Sebanyak 64 orang di Pohuwato terdeteksi mengidap HIV/AIDS. Dari angka tersebut, pengidap penyakit mematikan ini didominasi oleh ASN.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa penderita HIV AIDS di Pohuwato setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Dimana, pada tahun 2017 ada sebanyak 51 penderita, lalu di 2018 meningkat menjadi 58, dan di 2019 sementara ini naik atau berada di angka 64 orang.” ungkap Kepala Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Pohuwato dr. Suherman, usai buka puasa bersama di Kantor KPA, Kamis (23/5).

“Dan, bila dirinci status sosial mereka, urutan pertama-nya didominasi oleh ASN. Selebihnya, ada anggota TNI, POLRI, dan masyarakat umum.” kata Suherman lagi.

Sementara itu, menurut Tim Asistensi Komisi Penanggulangan Aids Provinsi Gorontalo, Kurniawan Nihe, menyampaikan bahwa angka penderita penyakit mematikan nomor satu di dunia ini, dinilai tidak akan berkurang. Melainkan justru akan terus bertambah.

“Secara umum di provinsi Gorontalo, jumlah penderita tidak akan berkurang melainkan akan terus bertambah.

Hal ini dikarenakan, lebih banyak masyarakat di luar sana, yang belum terdata dan enggan melakukan pemeriksaan.” sahut Kurniawan menyikapi pengalaman yang kerap dilakukan pihaknya, akan pencegahan virus HIV/AIDS ini.

“Angka yang ada adalah angka yang berasal dari sebagian kecil masyarakat yang telah didata. Penyebab terbanyak yakni berasal dari aktivitas heteroseksual, yaitu penularan yang berasal dari hubungan seks.

Selanjutnya, penyimpangan perilaku seksual dan jaurm suntik narkoba,” jelas Kurniawan lagi.

Ditambahkannya, dari penelusuran pihaknya, sex bebas dan sex sesama jenis, menjadi media penularan terbesar HIV-AIDS di provinsi Gorontalo, tidak terkecuali di kabupaten dengan jargon Bumi Panua itu.

“Faktor lain yang menjadi pemicu karena masih minimnya pemahaman masyarakat terhadap bahaya dan cara penularan HIV-AIDS.

Sementara, perlakuan sex yang menyimpang hingga sex bebas seperti kebiasaan laki-laki jajan diluar menjadi faktor makin bertambahnya jumlah ODHA (orang dengan HIV-AIDS) di Gorontalo,” terang Kurniawan. (Sela)

Share

Tinggalkan Balasan