Ming. Mei 26th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

PEMILU GORONTALO AMAN TANPA KECURANGAN

3 min read
FOTO : BALA BAKRI

RGOL.COM – Masyarakat Indonesia, khususnya warga Provinsi Gorontalo patut untuk bersyukur karena dari tahun ke tahun pelaksanaan Pemilu selalu aman, damai, sukses dan semua menerima hasilnya.

Hal ini sebagaimana disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo, Dr. Bala Bakri saat dimintai pandangan terkait proses demokrasi Pemilu serentak 2019 di Provinsi Gorontalo.

Ia melihat proses pelaksanaan Pemilu serentak di Provinsi Gorontalo sudah berjalan sesuai, prosedur, tahapan dan aturan yang ada. “jujur saja saya bisa katakan Gorontalo paling sukses menyelenggarakan Pemilu serentak 2019 ini,” ujarnya.

Karena sampai dengan sekarang pada tahapan perhitungan suara di KPU Provinsi Gorontalo berjalan aman, damai dan sukses serta diterima oleh semua pihak.

Bala Bakri sangat berharap dan menghimbau masyarakat Gorontalo untuk menyerahkan sepenuhnya proses Pemilu serentak ini, khususnya perhitungan suara kepada penyelenggara Pemilu, para saksi, pemantau dan aparat keamanan.

Karena kalau melihat proses Pemilu yang sudah berjalan selama ini di Provinsi Gorontalo, selalu dilakukan secara berjenjang.

Salah satunya adalah perhitungan suara yang berjenjang dari TPS, PPK Kecamatan, KPU Kabupaten/Kota dan Provinsi dan disaksikan serta diawasi oleh banyak orang, baik KPU, Bawaslu, Saksi-Saksi Parpol, Pemantau, aparat keamanan dan bahkan masyarakat sendiri.

Makanya itu negara menjamin setiap masyarakat yang menyalurkan haknya diberikan ruang untuk mengontrol kembali proses pemilu, termasuk tahapan perhitungan suara.

“saya melihat semua proses Pemilu sampai perhitungan suara ini sangat terukur, adil, jujur, transparan dan demokratis, dan sangat kecil kemungkinan atau bahkan tidak ada peluang untuk berbuat curang, karena semua diawasi,” ujar Bala Bakri

Sembari menghimbau masyarakat untuk bisa menerima hasil Pemilu. Kalaupun ada yang tidak puas dengan proses Pemilu yang sementara berjalan ini, maka masyarakat diberikan ruang untuk bisa melapor ke Bawaslu sesuai dengan tahapan dan prosedur yang ada. Bawaslu wajib memproses itu,

tentunya dengan tahapan dan prosedur yang ada di Bawaslu. Kalau kemudian masyarakat masih belum puas, maka ada ruang untuk melapor lagi yakni ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Kalau kemudian sudah dari DKPP tetapi masyarakat masih belum puas, maka bisa menempuh jalur terakhir yakni Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan nanti sampai pada Pleno KPU Pusat 22 Mei 2019 masih ada yang tidak puas, maka bisa melapor ke MK.

“tapi kalau pengamatan saya selama ini, Bawaslu maupun KPU selalu merespon cepat aduan-aduan dari masyarakat terkait dengan pemilu,” ungkapnya. Dr. Bala juga menyampaikan bahwa penyelenggara Pemilu yang direkrut secara independen dan transparansi.

“saya termasuk orang yang terlibat dalam tim seleksi Bawaslu Provinsi dan kabupaten/kota, dan kami betul-betul melakukan sistem rekrutmen yang menjamin bahwa orang-orang yang terpilih itu dijamin netralitas dan kapasitasnya,” tegasnya.

Terkait dengan isu yang beredar tentang kesalahan input, Dr. Bala menganggap manusiawi, tetapi itu hanya salah satu alat ukur, karena yang akan dipakai nanti adalah hitungan manual yang sementara dilakukan secara berjenjang oleh penyelenggara Pemilu.

Dia juga berharap kepada masyarakat untuk memfilter berita-berita yang ada di masyarakat. “waspadalah dengan berita-berita hoax atau berita bohong dengan selalu mengroscek kebenarannya,” ucapnya.

Bala Bakri juga menghimbau agar tidak menilai sesuatu dari kacamata subyektifitas karena kebencian dan kekecewaan. Jangan karena calon yang didukung kalah, kemudian hanya mau menerima berita-berita yang menyudutkan orang lain.

“bijaklah dalam menerima, mengelola dan menyebarkan informasi demi terciptanya Demokrasi Indonesia yang aman dan damai,” paparnya. Dr. Bala Bakri juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi gontok-gontokan, apalagi sampai memutuskan tali silaturahim, atau tidak saling sapa.

Kalah menang hal biasa dalam demokrasi, dan masalah pemilu ini akan selesai setelah perhitungan suara berakhir. “jangan kita sia-siakan persaudaran, pertemanan dan persahabatan yang sudah lama, renggang hanya karena Pemilu.

Mari kita bersatu kembali, memupuk persaudaraan, menyambung tali silturahim dan kita semua harus optimisme siapapun yang terpilih, mereka adalah putra terbaik bangsa dan wajib kita dukung,” tuturnya. (rg-46)

Share

Tinggalkan Balasan