Ming. Jun 16th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Meyke Camaru : Bebaskan Kekerasan Perempuan di Ibukota

2 min read
MEYKE CAMARU

RadarGorontalo.com – Kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak-anak, harus menjadi ‘PR’ alias pekerjaan rumah bersama, pemerintah, orang tua, guru dan masyarakat sekitar.

Bukan saja di desa-desa dan daerah terpencil yang sulit terdeteksi. Karena ternyata, dari informasi yang dihimpun Ketua Kerukunan Keluarga Anggota DPRD (KKAD) Kota Gorontalo, Meyke Camaru, kasus-kasus kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak-anak.

Bahkan masih banyak terjadi di Kota Gorontalo, sebagai ibukota dari provinsi Gorontalo.

Tak heran, Meyke, yang juga srikandi praktisi hukum di Gorontalo ini, mengharapkan, butuh dukungan kita bersama.

Agar kasus-kasus kekerasan yang terjadi di Kota Gorontalo, kian diminimalisir dengan ragam upaya dan sosialisasi dari pemerintah dan instansi terkait, serta aparat berwenang.

“Yang sedapat mungkin, segala bentuk kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak-anak di ibukota ini, kian dibebaskan, atau jangan lagi menimpa mereka.

Karena, bagaimana kaum perempuan turut beraktivitas mendorong laju pembangunan di provinsi, khususnya di Kota Gorontalo. Sementara, mereka kerap dihantui sejumlah aksi-aksi dan tindak kekerasan yang melanda mereka. Kasihan kan?” ujar Meyke.

Dari data yang dihimpun oleh Meyke sendiri, bentuk-bentuk kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak-anak, yang masih begitu rentang dialami mereka di ibukota provinsi Gorontalo ini, tidak dipungkiri salah satunya karena diduga lemahnya pengawasan orang tua dan keluarga terdekat, terhadap mereka.

Yang satu sama lain, bersinergi dengan perkembangan kota yang begitu pesat dan kian modern. “Namun tidak disadari oleh kaum perempuan dan anak-anak itu sendiri, bahaya atau dampak dari kekerasan yang akan mereka dapatkan, begitu mudah terjadi,” jelas srikandi Partai Golkar ini, mengingatkan.

“Olehnya, selain jerat hukum yang lebih tegas dan membuat efek jera terhadap pelakunya, saya mengharapkan juga, pengawasan lebih menyeluruh dilakukan, oleh orang tua dan keluarga, serta para guru di sekolah.

Yang harus dioptimalkan pula, dengan dukungan sosialisasi oleh pemerintah dan lembaga-lembaga terkait, akan bahaya kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak-anak ini, yang masih begitu rentang dapat terjadi di ibukota provinsi Gorontalo,” harap Meyke Camaru. (ay1)

Share

Tinggalkan Balasan