Sab. Mei 25th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Kapolda : Jangan Terprovokasi Isu People Power

3 min read
Zulkarnaen Suleman – Brigjen Pol Rachmad Fudail

RGOl.com – Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Gorontalo, Dr. H. Zulkarnaen Suleman menghimbau masyarakat untuk tidak terhasut atau terprovokasi ajakan People Power yang akan mengrongrong kebhinekaan dan pesatuan yang selama ini sudah terjalin di masyarakat.

Memang isu ini berhembus kecang di tingkat nasional dan daerah, melalui penyebaran berita hoax dengan tujuan agar masyarakat terprovokasi dan tidak menerima hasil keputusan KPU nanti.

Sehingga itulah, Zulkarnaen berharap masyarakat tetap menjaga stabilitas daerah tanpa harus ikut-ikutan dalam agenda People Power.

“Saya menghimbau kepada masyarakat Gorontalo untuk tetap sabar menunggu pemenang Pemilu, baik Pileg dan Pilpres melalui keputusan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dijadwalkan 22 Mei 2019 nanti,” ujar Dosen Sultan Amai Gorontalo ini saat di hubungi Rakyat Gorontalo semalam.

Zulkarnaen sangat bersyukur sampai dengan 10 hari pertama bulan Suci Ramadhan ini, masyarakat Provinsi Gorontalo tidak begitu menggemari isu people power.

Pasalnya, masyarakat Provinsi Gorontalo sangat tinggi toleransi kehidupan beragama, budaya, kesukuan yang dibingkai dalam NKRI, dan ini patut diapresiasi.

“Mari kita doakan agar seluruh rangkaian dan tahapan Pemilu berjalan lancar, aman, damai dan sukses, serta negeri ini dirodoi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadi negeri Baldatun Thayyibatun wa rabbun ghafur dan jauh dari perpecahan,” tuturnya.

Memang tidak bisa dipungkiri, banyak sekali media baik mainstream, maupun media sosial dan juga media online yang memberitakan tentang people power yang dari terjemahan berarti kekuatan masyarakat.

Saat ini, banyak sekali media baik mainstream, maupun media sosial dan juga media online yang memberitakan tentang people power yang dari terjemahan berarti kekuatan masyarakat.

Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Drs. Rachmad Fudail MH saat ditemui diruang kerjanya Selasa 14/5,

mengatakan bahwa Undang-undang memberikan kebebasan kepada Masyarakat untuk menyampaikan pendapat di depan umum, namun didalamnya ada batasan-batasan yang harus dipatuhi juga oleh masyarakat.

“Sesuai Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 , masyarakat diberikan kemerdekaan untuk menyampaikan pendapat di muka umum, namun dalam undang-undnag tersebut juga diatur tentang kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipatuhi.

sebagaimana tersebut dalam pasal 6 yakni menghormati hak-hak orang lain, menghormati aturan-aturan moral yang diakui oleh umum, mentaati hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,

menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum serta menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa,”jika hal itu dilanggar tentu Polri akan bertindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”ujar nya.

Dalam pasal 15 UU No 9 Tahun 1998 disebutkan bahwa pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum dapat dibubarkan apabila tidak memenuhi ketentuan sebagiamana dimaksud dalam pasal 6, pasal 9 ayat2 dan ayat 3, pasal 10 dan pasal 11.

Rachmad Fudail menyebutkan bahwa seruan people power lebih berkonotasi negatif, karena didalamnya ada pengerahan massa secara besar untuk tujuan tertentu.

Hal ini jelas berpotensi terjadinya gesekan, apalagi jika pengerahan massa tersebut ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.itu bisa dikategorikan sebagai tindakan makar.

dan sesuai Pasal 107 KUHP diancam pidana penjara paling lama 15 tahun.Rachmad menghimbau kepada seluruh masyarakat Gorontalo untuk tidak terprovokasi oleh ajakan-ajakan people power yang lebih banyak mudaratnya.

“Saya menghimbau kepada masyarakat Gorontalo, mari kita jalani bulan suci Ramadhan ini dengan perbanyak ibadah, perbaiki hubungan persaudaraan antar sesama, jangan terprovokasi oleh ajakan people power yang lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

Bulan puasa ini menjadikan kita bersatu bukan sebaliknya menimbulkan perpecahan,”pesannya.

“Kita semestinya bersyukur hidup di negara Indonesia yang sangat aman dan damai, coba kita bayangkan bagaimana nasib saudara-saudara kita di palestina, ataupun negara-negara lain yang sedang terjadi konflik bersenjata.

Oleh karenanya, kita harus pertahankan situasi kedamaian ini, jangan sampai ada pihak lain yang mengusiknya.

Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa, karena dengan persatuan dan kesatuan bangsa,akan menjadikan kita bangsa yang kuat, bangsa yang disegani, jangan mau diprovokasi ajakan-ajakan yang dapat menimbulkan perpecahan, kita mesti jaga keutuhan NKRI,” tandasnya. (rg57)

Share

Tinggalkan Balasan