Ming. Jun 16th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Marten Sukses Mainkan Strategis Politiknya

2 min read
Marten taha

RadarGorontalo.com – Ungkapan setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya, bukanlah penggalan kalimat biasa. Namun menjadi rel disetiap langkah sejarah manusia, khususnya bagi para pelaku poilitik.

Diera masa-masa perjuangan pemekaran dan pembentukan provinsi, banyak tokoh politik Gorontalo yang sangat diperhitungkan di Provinsi Sulut. Diantaranya yakni Marten Taha, Ishak Liputo, Sun Biki, Tuu Mohammad.

Mereka inilah yang disebut sebagai generasi awal, yang menduduki kursi di Deprov Gorontalo. Namun hingga hari ini, hanya Marten Taha yang karir politiknya terus menanjak.

Yakni mulai dari menduduki posisi strategis di Komisi C DPR Provinsi Sulut, menjadi ketua Deprov Gorontalo hingga menjabat sebagai walikota Gorontalo 2 periode.

“Pak Marten salah satu politisi Golkar yang sangat matang,” ujar salah seorang tokoh Golkar Kota Gorontalo, Totok Bachtiar, kemarin. Selama ini Marten Taha dikenal sebagai politisi santun, serta memiliki julukan sebagai politisi.

Tidak Pang Malawan Tapi Tidak Pang Badengar” . Julukan yang dilekatkan pada Marten Taha ini cukup beralasan. Pasalnya, jika ada sesuatu yang tidak sejalan dengan hati nuraninya. Maka dia tidak akan menantangnya dan dia juga tidak akan melaksanakannya walaupun itu perintah atasanya.

Saat diwawancarai terkait dengan julukan “Tidak Pang Malawan Tapi Tidak Pang Badengar” yang dilekatkan pada dirinya, Marten Taha mengatakan bahwa, dalam politik itu ada hal-hal yang harus diyakini dengan hati nurani dan hal yang harus diperjuangkan.

“Selama ini saya patuh terhadap aturan, termasuk dalam berpolitik saya selalu mengedepankan aturan organisasi. Aturan organisasi tersebut saya posisikan setara dengan hak-hak rakyat yang harus saya perjuangkan,” ujar Marten.

Ditanyakan apakah dia akan mencalonan diri pada pemilihan gubernur mendatang? Mendengar pertanyaan ini Marten Taha hanya tersenyum.

Menurutnya, masa jabatan untuk periode pertamanya sebagai walikota masih 4 bulan lagi, dan setelah itu pada tanggal 2 juni 2019 mendatang akan dilantik kembali sebagai walikota Gorontalo untuk periode kedua.

“Masih banyak persoalan rakyat yang harus saya tuntaskan, saya belum memikirkan pencalonan gubernur,” ujar Marten. namun demikian Marten juga mengakui bahwa, banyak dukungan yang diterimanya untuk maju di pemilihan gubernur mendatang.

“Kalu dukungan ada tapi tugas saya di Kota Gorontalo belum selesai,” pungkasnya . (Spandi)

Share

Tinggalkan Balasan