Sen. Jun 17th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Langgar Aturan Pemilu, Kades Bulangita Dinonaktifkan

2 min read
Sekretaris Daerah Pohuwato, Djoni Nento saat menyerahkan SK nonaktif sementara kepada Kades Bulangita. (foto/istimewa)

RadarGorontalo.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Pohuwato terpaksa harus menonaktifkan sementara kepala Desa Bulangita.

Tindakan ini diambil karena adanya indikasi dugaan tentang pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh Kades berinisial RM tersebut hingga dilaporkan ke pihak bawaslu.

Sekretaris daerah (Sekda) Djoni Nento melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pohuwato, Tasrief Haras membenarkan bahwa pemerintah telah mengeluarkan SK nonaktif sementara kepada kepala Desa Bulangita.

“Pemerintah harus menonaktifakan sementara kepala desa sebab yang bersangkutan terindikasi melakukan pelanggaran pemilu beberapa waktu lalu, bahkan persoalan tersebut telah dilaporkan ke pihak Bawaslu Kabupaten.

Dan Sesuai dengan Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa dan Permendagri Nomor 82 Tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa disebutkan bahwa Kepala Desa yang melakukan tindakan yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat, maka Bupati dapat melakukan pemberhentian sementara,” jelas Tasrief.

Selain itu, tasrief juga mengatakan pemberhentian sementara ini disamping amanah undang-undang, pemerintah juga masih menunggu hasil rekomendasi Bawaslu.

“Kepala Desa Bulangita ini juga adalah ASN sehingga kita pun masih menunggu hasil dari investigasi Bawaslu rekomendasi apa yang akan diberikan untuk langkah selanjutnya, akan tetapi untuk menunggu proses tersebut yang bersangkutan kita nonaktifkan sementara,” tambahnya.

Tidak hanya itu saja, Tasrief juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Pemda ini merupakan komitmen terhadap tegaknya peraturan perundang-undangan dan tanpa tebang pilih.

“Diharapkan ini menjadi pembelajaran bagi Kepala Desa maupun ASN lainnya. Karena Pemerintah Daerah tidak main-main dengan aturan, siapapun yang melanggar aturan kita akan beri sanksi,” tegasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi Rakyat Gorontalo (RAGORO), Ketua Bawaslu Kabupaten Pohuwato Zubair Mooduto mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah menyerahkan rekomendasi yakni terpenuhi unsur-unsur dugaan tindak pidana Pemilu kepada pihak kepolisian.

“Sudah diteruskan ke Penyidik Gakumdu Polres Pohuwato. Disamping itu juga kami menyerahkan rekomendasi kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yakni terpenuhi dugaan pelanggaran kode etik ASN,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam rekaman suara yang diduga adalah kades Bulangita sedang berpidato dengan mengarahkan seluruh peserta rapat yang hadir untuk memilih salah satu dari dua Caleg.

Bahkan dalam rekaman tersebut dirinya menyebutkan bahwa hal itu sudah merupakan komitmen jika dirinya terpilih menjadi kepala desa pada pemilihan Kepala desa belum lama ini.

Dari hasil rekaman yang beredar dimasyarakat itulah membuat 6 Caleg dari berabagai macam Parpol melayangkan protes dan meminta pihak Bawaslu untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. (tr-02)

Share

Tinggalkan Balasan