Ming. Jun 16th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Kemendagri, Perkuat Karakter Bangsa dan Wawasan Kebangsaan Bagi Pendidik

2 min read
Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan, Kemendagri, Prabawa Eka Soesanta

RadarGorontalo.com – Jelang pelaksanaan Pemilu 17 April nanti yang tinggal 15 hari lagi, diharapkan kepada seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama dapat ikut bersama-sama menjaga kondusifitas.

“Mari kita sambut Pemilu ini dengan penuh kegembiraan dan kedamaian.

Hal ini diungkapkan Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan, Kementrian Dalam Negeri, Prabawa Eka Soesanta saat diwawancarai radargorontalo.com usai membuka Forum Dialog Pemantapan Pemahaman Ideologi Pancasila bagi pendidik di Grand Q Hotel, Selasa (2/4).

Menurutnya, Pemilu bukanlah suatu hal yang menakutkan apalagi memicu perpecahan. Jangan hanya karena beda pilihan kita saling bermusuhan.

“Pemilu justru harus menyatukan bangsa untuk menyambut masa depan lima tahun kedepan,” kata Prabawa seraya mengungkapkan bahwa Pemilu merupakan implementasi butir-butir Pancasila.

Dia menambahkan bahwa akhir-akhir ini narasi kebangsaan semakin lama semakin tipis.

“Narasi kebangsaan saat ini terdengar sayup-sayup di telinga orang Indonesia. Tidak terkecuali para pendidik,” katanya.

Sehingga kata Prabawa, mari kita memperkuat ketahanan bangsa dan penanaman nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, ungkap Prabawa yang didampingi ketua pelaksana Fredy Neno.

Frasa penting dalam pemahaman Pancasila dan wawasan kebangsaan adalah mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah.

Prabawa menekankan pentingnya hal tersebut karena kami tidak ingin para pendidik terpecah belah dan terkotak-kotak apalagi menjelang tahun-tahun politik sekarang ini.

“Diharapkan para pendidik, elemen masyarakat dan tokoh agama dapat ikut bersama-sama menjaga kondusifitas pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 agar berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” tukas Prabawa.

Kegiatan ini berlangsung lancar dan suasana diskusi berlangsung sangat aktif.

Turut dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari pendidik, ASN, tokoh agama, organisasi masyarakat, lintas organisasi dan sejumlah mahasiswa. (*)

Share

Tinggalkan Balasan