Kam. Jun 27th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Kawal Pemilu Hingga Dini Hari, 8 Penyelenggara di Gorut ‘Tumbang’

3 min read
Salah seorang anggota PPK Atinggola dibantu anggota kepolisian setempat, saat jatuh pingsan, akibat kelelahan mengawal pemilu 2019. (Foto humas Polda)

RadarGorontalo.com – Pemilu serentak presiden dan wakil presiden serta pemilihan legislatif tahun 2019 ini terus memakan korban. Tidak hanya pihak keamanan, penyelenggara pemilu pun tidak sedikit yang ‘tumbang’ alias jatuh pingsan, bahkan ada yang sampai meninggal dunia.

Salah satu daerah yang merasakan dampak dari pelaksanaan pemilu serentak ini, yakni Kabupaten Gorontalo Utara. Berdasarkan informasi yang diterima, saat ini sudah ada 7 penyelenggara, baik itu PPK maupun KPPS yang mengalami drop akibat kecapean.

Bahkan, ada diantaranya yang harus dibawah ke puskesmas hingga dirujuk ke rumah sakit. Kuat dugaan, penyelenggara yang terdiri dari 3 PPK dan 4 KPPS ini kecapean mengawal proses pemilu dari sejak pendistribusian logistik, pemungutan dan perhitungan suara hingga rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Kabar teranyar, datang dari Kecamatan Atinggola. Selasa (23/4) kemarin, lanjutan rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara tingkat Kecamatan Atinggola sempat diwarnai insiden jatuhnya salah seorang anggota PPK Yudit Temar, akibat pingsan.

Dibantu pihak keamanaan setempat, Yudit pun langsung dilarikan ke Puskesmas Atinggola. Tak hanya Yudit, di hari itu juga 3 anggota KPPS setempat yang juga ikut mengawal rekapitulasi, jatuh pingsan.

Berdasarkan informasi yang diterima, memang sudah beberapa hari terakhir pasca pemungutan dan perhitungan suara di tingkat TPS, para penyelenggara ini terus marathon melakukan rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara di tingkat kecamatan.

Itulah kemudian menjadi penyebab kondisi fisik mereka terus turun ditambah lagi tidak ada pihak medis yang ditempatkan di PPK yang senantiasa dapat memberikan pertolongan kepada mereka jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara hingga saat ini 1 anggota PPK beserta 3 anggota KPPS tersebut masih dirawat intensif di Puskesmas Atinggola. Ketua KPU Gorut Sofyan Jakfar yang dihubungi semalam via telepon seluler tak menampik kabar tersebut.

“Ya, benar. Jadi khusus salah seorang anggota PPK yang pingsang tersebut, yang bersangkutan memang sejak satu minggu terakhir ini kurang tidur, karena sibuk mengadakan logistik,” imbuh Sofyan.

Terkait dengan hal ini, Sofyan bahkan mengaku pihaknya telah mendata keseluruhan penyelenggara baik dari tingkat PPK, PPS hingga KPPS yang mengalami drop sejak proses pemungutan di TPS hingga saat ini rekapitulasi di tingkat kecamatan.

“Hingga saat ini sudah ada 3 ketua dan 1 anggota PPK serta 4 anggota KPPS yang jatuh sakit dan harus dirawat di puskesmas dan bahkan ada yang sampai dirujuk ke rumah sakit.

Mereka adalah Ketua PPK dan salah seorang Anggota PPK Anggrek, Ketua PPK Kwandang dan teranyar Anggota PPK Atinggola dan 3 anggota KPPS di Atinggola ditambah 1 anggota KPPS juga di Atinggola yang sempat dibawa ke Puskesmas pada 18 April 2019,” papar Sofyan.

Terkait dengan rangkaian insiden dropnya beberapa penyelenggara pemilu ini, Sofyan mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Ya, kami sudah berkoordinasi dengan Bapak Bupati. Kami meminta untuk ada back up dari tim medis dalam pelaksanaan rekapitulasi di tingkat kecamatan yang saat ini tengah berlangsung.

Kami juga sudah menghubungi Pak Sekda dan beliau siap memerintahkan pihak Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas untuk dapat ikut mengawal rekapitulasi disetiap kecamatan.

Dengan begitu, maka ini akan semakin memperkecil terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Mungkin nantinya, setiap penyelenggara dapat diperiksa kesehatannya, sehingga dapat dipastikan kesiapan dalam mengawal proses rekapitulasi,” tandasnya. (Indra)

Share

Tinggalkan Balasan