Ming. Mei 26th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Kaum Milenial Jangan Malu ke Sawah

2 min read
Dewan Pembina Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta Odang (OSO) berharap agar kaum milenial masih mau menjadi petani di sawah

RadarGorontalo.com – Dewan Pembina Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta Odang (OSO),

berharap agar kaum milenial masih mau menjadi petani di sawah. Pasalnya, kaum tani adalah soko guru bangsa yang menjaga ketahanan pangan Nasional.

OSO juga meminta agar HKTI melakukan inovasi agar para petani muda Indonesia bisa menyesuaikan diri dengan revolusi industri 4.0.

Karena sudah saatnya, digitalisasi, kecepatan serta efisiensi dibutuhkan di sektor pertanian.

“Petani Indonesia harus kaya, karena petani itu bukan wilayah kotor.

Contoh di Brazil, petaninya kaya raya,”kata OSO saat menghadiri HUT HKTI ke-46 di Ballrom Whiz Hotel Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Jika banyak petani kaya, OSO yakin sektor pertanian nasional tidak akan dipandang sebelah mata lagi oleh kaum milenial. Karena, bisa mengikuti perkembangan zaman.

Lebih lanjut OSO menuturkan, HKTI harus mendukung program pemerintah yakni

dalam hal meningkatkan indeks dan produktivitas pertanian, serta mendukung modernisasi teknologi pertanian agar kaum milenial tertarik untuk terjun ke sawah.

“Harus segera kita siapkan, supaya meraka tidak takut untuk bertani,” tandas OSO yang juga menjabat sebagai Ketua DPD RI itu.

Sementara itu, Ketua Umum HKTI Moeldoko dalam sambutannya mengatakan,

organisasi yang ia pimpin saat ini sudah berjalan dengan baik. Untuk itu, ia meminta seluruh Anggota HKTI terus berjuang demi mensejahterakan petani di Indonesia.

“Kita harus menghargai perjuangan pak Oesman Sapta yang sudah berdarah-darah mengambil alih HKTI.  Kalau enggak ada Pak OSO HKTI gak ada sekarang ini,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar HKTI fokus untuk memberikan kontribusi kepada para petani Indonesia,

iapalagi di periode kedua pemerintahan Jokowi akan meningkatkan SDM manusia di seluruh wilayah Indonesia.

“Pak Jokowi sudah menyediakan infrastruktur di Indonesia, tidak hanya di Jawa saja. Nah, periode kedepan agar SDM nya kualitasnya baik, maka kebutuhan dasar seperti pangan harus baik juga,” pungkasnya.

HKTI kata Moeldoko, saat ini sudah mulai fokus dalam perbaikan taraf hidup petani-

petani di Indonesia. Kedua HKTI juga akan merubah pola pikir petani yang selama ini hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Menjadi petani harus bisa menjadi kaya, bukan sekadar memenuhi kebutuhan hidup,” tegasnya.

Kemudian yang ketiga, HKTI berusaha mengoptimalkan penggunaan teknologi bagi pertanian. Meningkatkan mutu SDM petani dengan memperbanyak pembinaan.

“HKTI juga mengajak generasi milenial turun dan mau ke sawah, karena petani itu pekerjaan mulia.

Selanjutnya kami juga akan memperbaiki pola distribusi dan penggunaan pupuk, serta menurunkan import komoditas pertanian,” pungkasnya.

Share

Tinggalkan Balasan