Ming. Mei 26th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Jelang Ramadhan, Harga Barito Naik, LPG 3 kg Langka

2 min read
Tabung gas 3 kg yang mengalami kelangkaan disejumlah agen dan pangkalan (foto-dok)

RGOL.com – Harga sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan, jelang ramadhan. Salah satunya, bawang, rica dan tomat (barito) seperti yang terpantau di Pasar Sentral Kota Gorontalo dan pasar harian Liluwo, Minggu (5/5).

Kenaikan harga khususnya barito selalu terjadi jelang Ramadhan. Kondisi ini karena terjadinya peningkatan disisi permintaan oleh masyarakat yang tidak diimbangi dengan kondisi penawaran (stok).

Kenaikan harga ini bagi pedagang, merupakan hal yang wajar. Karena menurut sejumlah pedagang, harga barito mengalami pergerakan harga, kecuali tomat yang sejak minggu lalu stabil.

Sudah sejak pekan lalu harga bawang merah naik hingga Rp 50 ribu/Kg, bawang putih Rp 60 ribu/Kg, rica harganya mencapai 100 ribu.

Sementara harga tomat masih stabil yakni diangka Rp 10 ribu/Kg dibandingkan tiga bulan sebelumnya mencapai Rp 40 ribu/kg. S

elain lonjakan harga barito, LPG 3 Kg pun mengalami kelangkaan. Bahkan LPG 3 bersubsidi yang hanya diperuntukan bagi masyarakat miskin susah didapatkan disejumlah pangkalan.

“Saya sudah dalam dua hari terakhir ini, sudah mencari LPG 3 Kg di sejumlah pangkalan, namun sulit mendapatkannya.

Padahal, ini sudah mau Ramadhan,” ungkap Andre, warga kecamatan Telaga Biru, kemarin. Dan ini bukan saja terjadi di wilayah Kabupaten, namun juga di Kota Gorontalo.

Sehingga hal ini memantik reaksi keras dari Komisi II Deprov Gorontalo, yang bermitra kerja dengan PT. Pertamina dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Karena, hal itu tidak sebanding dengan pengakuan PT. Pertamina wilayah Sulutenggo, saat Komisi II melakoni kunjungan kerja dan konsultasi belum lama ini, terkait kesiapan pemenuhan gas LPG 3 Kg khusus untuk wilayah Gorontalo.

Dimana, Komisi II mendapatkan jawaban, bahwa kebutuhan akan gas LPG 3 Kg untuk seluruh wilayah provinsi Gorontalo, dijamin cukup bahkan surplus.

“Buktinya, disaat kami (Komisi II) memintakan penambahan kuota akan gas LPG 3 Kg, karena kerap mengalami kelangkaannya.

Ironisya, PT. Pertamina justru menegaskan bahwa dalam laporan rutin yang mereka terima, kebutuhan gas LPG 3 Kg di provinsi Gorontalo, masih dalam status surplus, atau lebih dari cukup,” ungkap anggota Komisi II Deprov, Alfian Pomalingo.

“Untuk itu, terkait masih adanya kelangkaan LPG 3 Kg yang dikeluhkan masyarakat, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan seperti saat ini, kami mendesak instansi terkait, untuk lebih tegas dilapangan.

Dalam menindaki dugaan adanya agen dan pangkalan LPG 3 Kg yang diduga ‘nakal’ atau ‘bermain mata’ dengan pihak tertentu, yang menyebabkan kelangkaan gas LPG 3 Kg khususnya di provinsi Gorontalo ini, seakan tiada pernah habisnya dikeluhkan masyarakat,” tegas Ketua Fraksi PPP di Deprov ini. (ay1/try)

Share

Tinggalkan Balasan