Sen. Jun 17th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Jelang Lebaran, Para Buruh Ini Sudah 6 Bulan Tak di Gaji

2 min read
ilustrasi by rgol.com

RGOl.com – Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Wilayah Kalimantan Selatan, Yoeyoen Indharto membeberkan ada dua perusahaan yang harus disoroti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Keduanya yakni PT Barito Murni Sakti Chemical (BMSC) di Kabupaten Barito Kuala dan PT Kalimantan Agung (KA) di Kabupaten Tanah Laut.

BMSC sudah enam bulan tidak menggaji 27 karyawannya. Sedangkan KA sudah tiga bulan lalai menggaji 17 karyawannya. Belum terhitung tunggakan pembayaran premi BPJS Kesehatan.

“Kalau gajinya saja tak dibayarkan, maka THR bakal menjadi barang super mewah bagi kawan-kawan kami di sana,” kata Yoeyoen, dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Minggu (2/6).

Sebelum membuka kasus ini ke media, dia mengaku sudah coba menempuh jalur resmi. Sebelum bulan puasa, kedua perusahaan ini sudah dilaporkan ke Disnakertrans, tapi hasilnya nihil.

“Enggak ada tindakan dari Disnakertrans provinsi. Bahkan kami merasa seperti diping-pong. Padahal dugaannya serius, terjadi penggelapan uang karyawan. Jadi, ini merupakan upaya terakhir kami,” imbuhnya.

Yoeyoen khawatir, untuk menghindari sanksi lebih berat, perusahaan akan mengakali keadaan. “Dengan membayarkan THR. Padahal itu sebenarnya uang gaji yang tidak dibayarkan sejak kemarin-kemarin,” tukasnya.

Seperti Ramadan tahun lalu, FSPMI juga membuka posko pengaduan. Kali ini di kantor sekretariatnya di Kompleks KPN Jalan Soetoyo S, Banjarmasin Barat.

Dari aduan-aduan THR yang kemudian diteruskan ke Disnakertrans, serikat buruh kerap menuai rasa kecewa. “Dari pengalaman kami selama ini, ketika berhadapan dengan kasus THR, Disnaker sering bersikap terlalu lunak kepada perusahaan pelanggaran aturan ketenegakerjaan,” sesalnya.

Namun, ketika kasus-kasus ini dikonfirmasi ke Kabid Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel, Wahyudin Noor mengaku belum mengetahuinya. “Saya sudah kroscek ke Disnaker kedua kabupaten itu, laporannya tak ada masuk,” ujarnya.

Wahyudin mengaku, pihaknya mengenal baik Yoeyoen. Makanya ia berharap, masalah ini bisa diselesaikan lewat jalur mediasi.

“THR tidak dibayar dan gaji tidak dibayar itu dua kasus yang berbeda. Masih bisa dimediasi,” lanjutnya.(JPG)

Share

Tinggalkan Balasan