Ming. Jun 16th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Jalan Wanggarasi Rusak Parah, Begini kata Politisi Botu

2 min read
Ruas jalan Wanggarasi selama periode keanggotaaan Deprov Gorontalo 2014-2019 hampir berakhir, tak kunjung luput dari perbaikan disana-sini. (foto: ayi/RG)

RadarGorontalo.com – Ruas jalan nasional yang berlokasi di sepanjang jalan di kecamatan Wanggarasi kabupaten Pohuwato, hingga Minggu (3/3) kemarin, seakan tiada pernah berakhir dengan sejumlah aktivitas perbaikan dan pembenahannya disana-sini.

Padahal jauh, setelah periode keanggotaan DPRD Provinsi (Deprov) periode 2014-2019 dilantik dan diambil sumpahnya pada 9 September 2014 silam, beragam kritik dan keluhan disampaikan oleh jajaran legislator dari daerah pemilihan (dapil) VI kabupaten Boalemo-Pohuwato.

Agar permasalahan menyangkut pembenahan ruas jalan Wanggarasi ini, sudah sepantasnya diakhirnya. Karena, sudah sejak lama dilakukan, bahkan sebelum periode keanggotaan Deprov 2014-2019 dilantik.

“Karena, tidak hanya menuai keluhan dari para pengguna jalan saja. Namun juga, kerap menimbulkan keluhan dari masyarakat, disaat kami (Deprov) melakukan masa reses.

Karena sudah merambat sampai mengganggu kesehatan, seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dan sebagainya,” ujar srikandi PKB di Deprov, Sintje Kadji, saat itu.

Alhasil, hampir 1 periode alias 5 tahun akan berlalu menjelang 9 September 2019 mendatang, ternyata kondisi perbaikan di ruas jalan Wanggarasi itu, masih begitu-begitu saja, jika tak mau dikatakan belum rampung.

Karena disana sini, masih mengalami perbaikan. “Bila memang akan dilakukan pelebaran, mestinya sekalian dilakukan perencanaannya di beberapa tahun lalu.

Agar sekaligus pula dilakukan pekerjaannya, dalam satu-dua tahun masa anggarannya. Sehingga tidak berlarut-larut, kami senantiasa tidak merasa nyaman, jika melewati ruas jalan Wanggarasi ini,” sesal sejumlah pengguna kenderaan, kemarin.

Dari sejumlah masyarakat Wanggarasi setempat, yang ditemui Rakyat Gorontalo, mengaku, bahwa dari kabar yang mereka terima dari pihak yang mengerjakan proyek ruas jalan Wanggarasi tersebut, pekerjaannya dilakukan bertahap.

Tapi diakui oleh mereka, bahwa secara keseluruhan, memang belum rampung. Meski sudah dalam hitungan tahun dikerjakan.

“Olehnya, kami berharap, keberadaan para wakil rakyat kami di (DPRD) provinsi, agar senantiasa memperjuangkannya, sehingga kondisi di ruas jalan Wanggarasi ini, tidak berlarut-larut penyelesaiannya,” sahut sejumlah masyarakat setempat.

JEMBATAN LEMITO

Potret jembatan Lemito yang masih mengalami kerusakan, hingga kemarin

Tidak hanya ruas jalan Wanggarasi, salah satu jembatan di kecamatan Lemito, atau kecamatan yang bertetangga dengan Wanggarasi, mengalami kerusakan, dengan lubang yang menganga di dua titik.

Sehingga, kenderaan roda empat harus dibantu masyarakat sekitar, untuk melintas di jembatan tersebut. “Sudah sekitar hampir setahun pak, jembatan ini rusak, ada lubang di dua tempat.

Mungkin karena (jembatannya) sudah terlalu lama, dan belum dilakukan pemeliharaan,” ungkap warga sekitar. Menyikapi hal ini, Sekertaris Komisi III Deprov, Ismail Alulu, yang komisi-nya menangani bidang perencanaan dan pembangunan, yang juga legislator asal dapil VI Boalemo-Pohuwato.

Dia menjelaskan bahwa proyek jalan Wanggarasi adalah proyek jalan nasional yang dikerjakan oleh pihak Balai Jalan. “Olehnya, kami (Komisi III) kembali mengharapkan penyelesaian masalahnya.

Dan juga dukungan dari SKPD terkait di provinsi, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, untuk senantiasa berkoordinasi, turut mengupayakan kebutuhan pendukung pada pembenahannya.” harap Ketua Fraksi PAN di Deprov ini. (ay1)

Share

Tinggalkan Balasan