Rab. Jun 19th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Injury Time, CBD Maksimalkan Kampanye Door to Door

2 min read
Suasana kampaye door to door atau tatap muka yang dilakukan Ketua DPD NasDem Kota Gorontalo, dr. Charles Budi Doku. 

RadarGorontalo.com – Strategi kampanye door to door terus dimaksimalkan oleh Ketua DPD NasDem Kota dr Charles Budi Doku untuk mencapai target menjelang pencoblosan, Rabu 17 nanti.

CBD terlihat sangat sibuk. Jadwal kegiatannya semakin padat. Mulai dari mengunjungi titik-titik kota, menemui tokoh dan pejabat setempat, hingga menyapa masyarakat.

Iya, CBD memang tengah memaksimalkan door to door ataupun kampanye tatap muka. Bahkan katanya, door to door ini dilakukan lima kali sehari.

“Alhamdulillah, hari ini (kemari_red), saya bersama dengan tim pemenangan Nasdem Kota melakukan kunjungan ke Kampung Bugis, Jalan Membramo Sipatana, Heledula’a Utara, Padebuolo, dan Tambuala.

Masyarakat sangat antusias, sehingga kami tinggal melakukan pemantapan,” terang CBD. Meskipun sebagai mantan anggota DPD-RI dan Wakil Walikota, nampaknya CBD masih ingin lebih dekat dengan rakyat.

Dan bukan CBD namanya jika tidak menyampaikan kata-kata yang selalu menggelitik publik.

Dirinya mengakui, bahwa untuk meraih suara pada pemilihan legislatif (Pileg) jauh lebih berat ketimbang meraih suara pada pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Untuk itu diperlukan kerja keras dalam menggalang dukungan suara dari masyarakat, terlebih sebagian besar yang maju di Dapil Kota Gorontalo adalah incumbent yang punya basis kuat.

Namun, jika Nasdem berhasil menang, maka dipastikan Gorontalo akan sejahtera. Dan sekali lagi, khusus Kota Gorontalo, niat mantan Wakil Walikota ini adalah membangun rumah sakit Ginjal dan Diabetes.

Keinginan ini bermula dari kunjungan CBD ke Nagoya, Jepang. Disana, dirinya melihat, bahwa masyarakat Jepang yang melakukan cuci darah memiliki resiko kematian sangat kecil dibandingkan dengan Indonesia.

“Salah satu faktornya adalah kualitas alat yang digunakan. Dan sebagian alat tersebut adalah milik Panasonic. Jadi, mereka itu seperti pergi ke salon.

Tidak ada sedikit rasa khawatir ataupun bercak hitam dimukanya. Umur mereka pun bisa sampai 30-40 tahun, meskipun sudah berulang kali cuci darah.

Hal inilah yang mengunggah keinginan saya untuk membangun satu rumah sakit Ginjal dan Diabetes di Kota Gorontalo,” pungkasnya. (rg-63)

Share

Tinggalkan Balasan