Sel. Jun 18th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Galang Dana Perpisahan Sekolah Bisa Dipidana, Begini Kata Politisi Botu

1 min read
Ilustrasi 

RadarGorontalo.com – Gong antisipasi terhadap Pungutan Liar (Pungli) terus diingatkan oleh jajaran Komisi IV Deprov Gorontalo, agar terus ditabuh. Untuk jangan sampai menyentuh sektor pendidikan, utamanya di sekolah-sekolah.

Terkait sejumlah kegiatan non pendidikan, yang kerap digelar di sekolah-sekolah.

Seperti penggalangan dana perpisahan, yang lazim dilakukan di semua jenjang sekolah, dari tingkat SD sampai jenjang SMA/sederajat, disaat para siswa-siswi ini akan mengakhiri masa pendidikan mereka, di sekolah masing-masing.

Dimana, dari informasi yang dihimpun Rakyat Gorontalo, sejak pekan lalu, ada penggalangan dana perpisahan di sejumlah SMA/sederajat yang tersebar di provinsi Gorontalo.

Yang diantara para siswa di sekolah tersebut, mengaku, hal tersebut dilakukan, semata-mata murni atas inisiatif mereka.

Olehnya, menyikapi hal tersebut, jajaran Komisi IV Deprov, mengingatkan agar sedapat mungkin, terkait penggalangan dana non pendidikan di setiap sekolah, jauh dari praktek-praktek pungli.

Dalam artian, tidak turut menjadi beban bagi para siswa-nya masing-masing, apalagi mereka dari ekonomi kecil. “Untuk itu, menurut saya, terkait penggalangan dana seperti untuk perpisahan di kalangan siswa-siswa SMA/sederajat ini, sah-sah saja dilakukan.

Asal, atas kesepakatan bersama, antara pihak sekolah dan Komite Sekolah, yang turut mengakomodir kesepakatan pula dari para orang tua dari kalangan siswa kurang mampu,” ujar Sekertaris Komisi IV Deprov, Hidayat Bouty.

Ditempat terpisah, Wakil Ketua Komisi IV Deprov, Ulul Azmi Kadji, menambahkan, terkait penggalangan dana perpisahan seperti itu, alangkah baiknya tidak dalam klasifikasi diwajibkan.

“Tidak bisa diwajibkan. Kalau bisa sifatnya berupa sumbangan atau dana partisipasi. Artinya, se-iklas-nya saja, agar tidak terindikasi melakukan pungli,” harap Ulul, mengingatkan. (ay1)

Share

Tinggalkan Balasan