Rab. Jun 19th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Elektabilitas Terpangkas, Ganti Presiden Mendekati Realitas

2 min read
Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman saat debat kedua kontestan Pilpres 2019 di Hotel Sutan, Jakarta (Foto Ricardo/JPNN.com)

RadarGorontalo.com – Persaingan antara Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin (Jokowi – Ma’ruf) dengan Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno (Prabowo – Sandi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 makin ketat. Bahkan, selisih elektabilitas antara dua pasangan calon (paslon) itu menipis.

Survei terbaru Litbang Kompas memperlihatkan selisih elektabilitas antara Jokowi – Ma’ruf dengan Prabowo – Sandi hanya 11,8 persen. Namun, elektabilitas Jokowi – Ma’ruf sudah di bawah 50 persen, atau persisnya 49,2 persen.

Di sisi lain elektabilitas Prabowo – Sandi di anka 37,4 persen. Namun, ada tren peningkatan elektabilitas Prabowo – Sandi seiring penurunan tingkat keterpilihan Jokowi – Ma’ruf.

Survei itu membuat politikus Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean yang juga juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi makin yakin jagonya bakal memenangi Pilpres 2019.

Menurutnya, survei Litbang Kompas menjadi sinyal positif bagi Prabowo – Sandi, sekaligus warning bagi Jokowi – Ma’ruf.

“Hari ini (Jokowi – Ma’ruf) tercatat di bawah 50 persen,dan memiliki tren elektabilitas terus menurun. Ini jelas angka yang membahayakan bagi petahana,” ujar Ferdinand seperti diberitakan JawaPos.Com, Rabu (20/3).

Ferdinand menambahkan, dalam survei Litbang Kompas ada undecided voters 13,4 persen. Angka itu lebih besar dari selisih elektabilitas Jokowi – Ma’ruf dengan Prabowo – Sandi.

“Jadi responden yang belum memilih masih sangat besar tentu jadi peluang Prabowo masih sangat besar,” tuturnya. “Ini tanda sinyal darurat bagi Jokowi, karena pada 17 April nanti Indonesia punya presiden baru‎,” katanya.

Terpisah, politikus Golkar Ace Hasan Syadzily yang juga juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf menyatakan, ada penurunan tingkat kepuasan publik atas kinerja pemerintahan saat ini.

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi yang pada Oktober 2018 masih di angka 71 persen, belakangan turun menjadi 58 persen.

Ace mengatakan, penurunan tingkat kepuasan publik karena Jokowi terus digempur hoaks sehingga TKN pun bekerja ekstra.

“Kami gencarkan kembali prestasi dan capaian keberhasilan pemerintahan Jokowi yang dilakukan para kader partai koalisi dan para relawan,” kata Ace.

Ketua DPP Partai Golkar ini mengatakan, undecided voters‎ dalam survei Litbang Kompas masih sebesar 13,4 persen.

Karena itu dalam sisa waktu satu bulan ini, katanya, TKN akan menggenjot upaya mengampanyekan keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi.

“Para pendukung yang militan itu kami instruksikan supaya melakukan kampanye dari pintu ke pintu dan meyakinkan para pemilih yang belum menentukan pilihannya‎,” ungkap Ace.

Survei Litbang Kompas menggunakan metode pengumpulan pendapat melalui wawancara tatap muka terhadap 2.000 responden pada periode 22 Februari – 5 Maret. Margin of error survei di 34 provinsi itu kurang lebih 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (jpc/jpg)

Share

Tinggalkan Balasan