Ming. Mei 26th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Dulu Bayar Rp 800 Ribu per Hektar, Sekarang Bajak Sawah Gratis

2 min read
Gubernur Rusli Habibie saat mencoba salah satu traktor yang akan digunakan oleh masyarakat, melalui program bajak gratis

Radargorontalo.com – Gubernur Rusli Habibie mengatakan sejak ia menjadi Bupati Gorontalo Utara hingga menjabat gubernur untuk periode kedua ini,

ia selalu memperhatikan semua rakyatnya, mulai dari petani, nelayan, pedagang dan lainnya. Ruslipun mencontohkan, mengapa ia sangat memperhatikan petani baik sawah maupun jagung.

Ini dikarenakan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Gorontalo disumbang oleh para petani kurang lebih 60 persen. “PDRB kita itu disumbang oleh bapak ibu sekalian para petani,

karena kurang lebih 65 persen masyarakat Grontalo itu petani, nelayan dan dagang,” kata Rusli belum lama ini.

Menurutnya, jika petani tidak diperhatikan, baik itu kebutuhan air, irigasi, benih, pupuk, obat obatan, maka sulitlah kehidupan pemerintah untuk sehari-hari.

Pemerintah Gorontalo akan kesulitan karena akan mengambil beras ke Vietnam, ke Jakarta. Dan salah satu bentuk perhatian gubernur terhadap petani, adalah selain memberikan benih gratis,

Rusli mencanangkan program bajak lahan pertanian secara cuma-cuma alias gratis.
Pembajakan lahan gratis ini, kata Rusli, dilakukan dengan mengerahkan alat bajak Brigade Alsintan yang dinilai sudah cukup banyak di Gorontalo.

Awalnya, Brigade ini menyediakan alat dan operator. Petani cukup menyewa dengan harga murah jika dibandingkan menyewa ke pihak lain.

“Kebetulan pengelolaan alsintan sudah dikelolah oleh pemerintah provinsi, jadi masyarakat bebas meminjamnya.

Kalau dulu diberikan kepada kelompok kelompok tani, banyak konflik yang terjadi. Ada saat meminjam masyarakat harus membayar, ada yang merasa alshintan sudah jadi pribadi mereka dan ketika rusak tidak diperbaiki, padahal harganya mahal,” tambahnya.

Gubernur juga berpesan bagi para petani yang ingin pengolahan lahan termasuk sawah, melapor pada dinas pertanian atau melalui petugas di lapangan.

“Jika dulu biaya bajak menggunakan traktor mencapai Rp800 ribu perhektar dan menggunakan alshintan membayar BBM, untuk kali ini semua digratiskan,” tandasnya. (RG-25)

Share

Tinggalkan Balasan