Ming. Jun 16th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Dampak Nikah Tidak Sehat, Banyak Anak Lahir Cacat

2 min read
ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Nikah sehat atau hamil di luar nikah, tidak hanya berdampak terhadap peningkatan angkat kematian anak dan ibu. Tapi menurut Wakil Walikota Gorontalo dr. Budi Doku, bertambahnya jumlah bayi lahir dalam kondisi prematur, atau cacat. Adalah buah hasil kelalaian dari nikah tidak sehat dan tak sesuai dengan standar kesehatan. Bahkan dari 2,9 Juta anak cacat se Indonesia, ada sekitar 55 ribu tersebar di Gorontalo. Termasuk Kota Gorontalo, yang sampai dengan saat ini menjadi pusat maraknya prostitusi, jika dilihat dari ragam kasus.

Ini kata Mantan Aleg DPD RI itu, bukan hanya sebuah persoalan biasa, tapi sudah luar biasa. Karena, jika ini tidak diberikan perhatian khusus, maka dalam setiap tahun daerah akan melahirkan generasi yang tidak berkualitas dengan jumlah yang banyak. Warning juga bagi instansi terkait di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, tegasnya. Yang dituntut wajib untuk melahirkan program inovasi, seperti yang dibukanya pada Jumat (07/07). Yakni program tancap nikah, yang digagas Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Gorontalo. “Angka cacat itu di Indonesia hampir 2,9 Juta, Jawa Barat tertinggi dan di Gorontalo 1,90 persen, termasuk Kota Gorontalo. Ini diakibatkan oleh, karena tidak melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum nikah, bahkan hamil diluar nikah. Program ini juga akan semakin kuat, jika ada landasannya, seperti perda dan perwako. Minimal ada aturan hitam diatas putih, supaya arah program ini jelas dan tidak sia-sia,” terang Budi Doku.

Singkronisasi program lintas sekot dengan program inovasi itu perlu, tambah Budi. Seperti melihat angka perceraian yang terjadi di daerah, yang mencapai hampir 3000 perceraian dalam satu tahun. Karena tujuan dari program tancap nikah ini, harus mampu mencakup semua lini sektor. Termasuk dapat menjamin kesehatan masyarakat, yang memprogramkan untuk nikah. “Program ini diberikan secara gratis, untuk mempermudah masyarakat. Seperti program yang dilaksanakan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontal, seperti prodira dan lain sebagainya. Bahkan, jika program ini berjalan maksimal, secara tidak langsung akan menekan angka pengidap penyakit HIV/AIDS,” tukasnya.(rg-62)

Share

Tinggalkan Balasan