Ming. Jun 16th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Bungsu Yang Dihormati

2 min read
SYARIF MBUINGA

Dia paling bungsu diantara para Ketua DPD II Golkar. Meski ‘belia’, namun Syarief Mbuinga tak bisa dikuasai. Orangnya sangat halus, santun dan sangat ramah. Sepanjang karir politiknya, mantan Aleg Deprov ini tak pernah terlibat konflik dengan siapa saja.

Ketika teman-temannya di Golkar gaduh, Ketua DPD II Golkar Pohuwato ini tak pernah terlibat di blok manapun, dia malah sering jadi penengah, dan para seniornya sangat menghormatinya. Adhan saja tak pernah berselisih dengan Syarief.

Pokoknya, dia tak pernah mau ikut campur dengan persoalan yang ada di DPD I maupun persoalan yang ada diantara para petinggi Golkar. Bupati Pohuwato ini terus fokus pada tugas-tugasnya sebagai Ketua Golkar Pohuwato dan sampai sekarang ini Golkar Pohuwato yang paling stabil.

Syarief memang hidup di Jakarta dan ketika Gorontalo jadi Provinsi, dia masih sangat muda, tetapi dengan kemampuan politiknya, Syarif bisa masuk ke Deprov.

Tetapi tidak lama, karena pada Pileg 2004 Syarief memilih bertarung di Pohuwato meski dia punya peluang maju di Pilkada, tetapi Syarief justru memilih maju di Pileg. Dia tidak sembrono, setiap langkah politiknya, dia persiapkan dengan matang.

Makanya sukses yang dicapainya selama ini penuh dengan perencanaan, jadi bukan karena kebetulan. Dia kembali ke tanah kelahirannya tidak langsung mengincar kursi Bupati, karena dalam hitung-hitungannya belum tepat kalau dia bertarung di Pilkada.

Makanya dia memilih menjadi Aleg, dan disini menjadi tempat pijakan untuk melompat lebih tinggi. Syarief memang sudah memperhitungkan, bahwa dia akan jadi Ketua DPR jika terpilih, karena Golkar pasti akan menjadi partai pemenang.

Inilah kehebatan seorang Syarief. Semuanya sudah dia perhitungkan. Begitu juga ketika dia memutuskan untuk maju di Pilkada semuanya sudah dia hitung.

Jadi, bukan karena faktor kebetulan makanya pada priode pertama dia terpilih dengan dukungan suara hampir 70 persen, begitu juga pada periode kedua.

Pada Pileg 2019 nanti, mestinya dia maju di Pileg, agar dia tak terlalu lama menunggu Pilgub. Tapi lagi-lagi, Syarief punya hitung-hitungan sendiri, dia memilih menyelesaikan masa tugasnya sebagai Bupati sampai 2020. ***

Share

Tinggalkan Balasan