Kam. Jun 27th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

BNNK Boalemo Gelar Workshop Pengembangan Kapasitas P4GN Lingkup Swasta

2 min read
Kepala BNNK Agus Anwar menyematkan pin penggiat anti narkoba kepada peserta

RadarGorontalo.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Boalemo melalui Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengembangan Kapasitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Lingkungan Swasta.

Workshop yang digelar, Jumat, (22/3) di Grand Amalia Hotel dibuka Kepala BNNK Boalemo Mohamad Agus Anwar, SP, M,Si.  Dihadapan 20 peserta perwakilan dunia usaha/swasta, Agus Anwar menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini untuk menyatukan satu persepsi dalam memberantas narkoba yang makin merajalela khususnya di Boalemo.

Olehnya itu seluruh instansi swasta yang ada di daerah ini dapat melaksanakan INPRES No. 6 Tahun 2018 diantaranya mampu melakukan sosialisasi P4GN di tempat kerja masing-masing, instansi swasta juga diharapkan dapat melaksanaan test urine.

Membentuk penggiat anti narkoba serta mampu membuuat regulasi berupa peraturan perusahaan yang fokus tehadap P4GN guna menciptakan lingkungan keja yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Para pematari workshop P4GN di lingkungan instanasi swasta yang digelar BNNK  

Pada kesempatan itu juga Kepala BNNK Agus Anwar menyematkan pin penggiat anti narkoba kepada peserta. Sementara itu tampil sebagai pemateri yakni dr Abdullah Y. Zubaidi dengan tema materi Pengenalan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.

Selanjutnya Kepala Kejaksaan Negeri Boalemo Bertinus Hariyadi, SH, MH juga dalam materinya menegaskan peraturan hukum dalam menindaklanjuti tindak pidana penyalahgunaan narkoba.

Dalam kesempatan itu Kajari yang baru 2 bulan bertugas mengungkapkan bahwa pelaksanaan hukuman mati tidak serta merta dapat menurunkan angka kejahatan, dan sulitnya pihak kejaksaan dalam melaksanakan eksekusi bagi terpidana mati.

Oleh karena terpidana mati masih mengulur ngulur waktu untuk mengajukan grasi. Memang tidak ada batasan waktu untuk pengajuan grasi, sehingga terpidana mati sekalipun masih dapat menjalankan ‘bisnis’ narkoba dari balik penjara.

Sementara itu Asisten III Setda Boalemo Drs. Irwan Dai, M.Pd dengan materi Peran Penggiat Anti Narkoba.

“Pengetahuan tentang narkoba dan permasalahannya sangat penting untuk ketahui, dan kita sebagai penggiat P4GN harus mampu merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, melaporkan dan mengevaluasi kegiatan P4GN yang telah dilaksanakan”, tegas Irwan. (*)

Share

Tinggalkan Balasan