Sel. Jun 18th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

BI Klarifikasi Isu Sesat Seputar Rupiah

2 min read
Kegiatan Sosialisasi penerbitan uang rupiah tahun emisi 2016, Rabu (18/1) kemarin di Hotel Maqna. (f.istimewa)

RadarGorontalo.com – Isu-isu menyesatkan seputar penerbitan uang rupiah baru, dikupas tuntas dalam sosialiasi penerbitan uang rupiah tahun emisi 2016, yang digelar Bank Indonesia (BI) perwakilan Gorontalo, bekerja sama dengan unsur kepolisian Polda Gorontalo dan TNI, Rabu (18/1).

Ditemui usai pembukaan, Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Rachmad Fudail menuturkan, sosialisasi uang rupiah tahun emisi 2016, memang diperlukan. Jangan sampai, gara-gara ketidak tahuan masyarakat, mereka tidak menerima transaksi yang menggunakan uang baru tersebut. Jendral satu bintang itu juga menambahkan, pihaknya dari kepolisian akan berusaha semaksimal mungkin melalui jajarannya, agar bisa mensosialisasikan uang rupiah baru tersebut hingga ke desa-desa. “Saya bisa menyentuh sampai ke desa. Jangan sampai karena tidak tahu, dikira uang palsu atau bagaimana,” ungkapnya singkat.

Kepala Perwakilan BI Gorontalo Suryono juga menambahkan, sosialisasi seperti ini akan terus berlanjut. Bukan cuma di iven resmi, tapi juga sampai di pasar-pasar, dibantu dengan penukaran uang. Ini penting, dalam rangka penyamaan persepsi. Tidak perlu ada penolakan. Isu-isu, tentang palu arit itu tidak benar, karena itu sejatinya adalah rectoverso atau gambar logo BI yang saling mengisi, yang sudah ada sejak tahun 2001. Tapi karena situasi lagi menghangat, jadi dikait-kaitkan. “nanti kami akan buktikan, bahwa rectoverso bukan palu arit,” tegasnya, sembari berharap masyarakat jangan resah, dan tetap menerima uang rupiah tahun emisi 2016, sebagai alat tukar yang sah.

Sementara itu, dalam sesi dialog kemarin, narasumber dari BI Gorontalo, Reskrimsus Polda dan unsur TNI. Berbagai isu, mulai dari rectoverso yang disangka palu arit, sampai isu mata uang asing, dikupas tuntas. Sejumlah penanya, dari berbagai unsur, seperti mahasiswa, siswa menengah atas, akademisi hingga kalangan birokrat, nampak antusias bertanya. (rg-34)

Share

Tinggalkan Balasan