Kam. Jun 27th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Berpotensi pelangggaran Hukum terkait Korban Lion Air Jt-610

2 min read

Radargorontalo.com – JAKARTA , melalui firma hukum Amerika Serikat (AS) Hermann Law Group serta firma hukum Indonesia Danto dan Tomi & Rekan mengajukan somasi kepada Lion Air.

Mereka meminta Lion Air segera membayar kompensasi senilai Rp 1,25 miliar bagi setiap korban

meninggal jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 Sebanyak 24 keluarga korban

sebenarnya perusahaan asuransi PT Asuransi Tugu Pratama sudah menjamin Lion Air Group atas pembayaran klaim asuransi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

Namun, release and discharge (R&D) atau persyaratan untuk memperoleh kompensasi itu, yakni tidak boleh ada gugatan kepada Lion Air, Boeing, dan 1.000 entitas lainnya.

“Ini sungguh aneh dengan adanya persyaratan itu diamanatkan oleh hukum Indonesia tanpa mengharuskan mereka menandatangani release and discharge (R&D) yang tidak sah,” kata Hermann dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/4).

Dia menambahkan bahwa syarat tersebut tidak sah karena dalam Undang-Undang No 1/2009 tentang Penerbangan menyatakan pengangkut dilarang membuat perjanjian atau persyaratan khusus

, yang meniadakan tanggung jawab pengangkut atau menentukan batas yang lebih rendah dari batas ganti kerugian yang diatur dalam undang-undang itu.

Hermann juga menekankan ,pihaknya memberikan waktu 30 hari setelah menerima surat somasi

kepada Lion Air untuk menyelesaikan penuh kewajiban terhadap 24 korban .

Namun, ungkapnya, ada 2 keluarga korban yang menandatangani R&D penandatanganan tersebut dilakukan tanpa keluarga korban diizinkan untuk memeriksa salinan R&D.

Sementara firma hukum Indonesia Danto dan Tomi & Rekan, C Priaardanto menambahkan,

bila dalam pencairan asuransi yang jelas-jelas hak keluarga korban musibah terdapat persyaratan tidak sah, maka sangat berpotensi munculnya pelanggaran hukum.

Dan bila tidak juga ditanggapi maka pihaknya bersiap untuk memulai gugatan kepada Lion Air di Indonesia melalui penasihat hukum di Indonesia.

“Kami juga mewakili 24 keluarga korban itu melakukan gugatan kepada Boeing di AS.

Dan jika Boeing mencoba membela diri dengan adanya persyaratan ini dalam tuntutan hukum kami di AS, kami,

penasihat hukum Amerika akan menyambut baik kesempatan untuk memperjuangkan hak-hak para korban di Pengadilan Hukum AS,” katanya.

“Awal mula pengajuan somasi ini adalah adanya potensi pelanggaran dari keempat entitas tersebut
terkait dengan pemberian asuransi bagi pihak keluarga korban.

Keempat entitas itu antara lain
Boeing, Lion Air, Tugu Pratama Insurance, dan Global Aerospace,” katanya.

Priaardanto juga menegaskan bila dalam pencairan asuransi yang jelas-jelas hak keluarga korban musibah terdapat persyaratan maka sangat berpotensi munculnya pelanggaran hukum.(JPG)

Share

Tinggalkan Balasan