Rab. Jun 19th, 2019

RGOL

Jangan Takut Bicara Politik

Terminal Baru Bandara Djalaluddin Masih Dinilai Kumuh

2 min read
bandara djalaluddin
Tiba di Bandara Djalaluddin Gorontalo Jumat kemarin, Roem Kono usai meninjau lokasi bandara, langsung berbincang dengan Manejer PT Garuda Indonesia Tbk Gorontalo. (foto: Abink/RG)

RadarGorontalo.com – Bangunan megah terminal dua Bandara Djalaluddin Gorontalo, yang baru beberapa bulan kemarin diresmikan Menteri Perhubungan (Menhub) RI Ignasius Jonan, dan sempat ditinjau Presiden RI Joko Widodo. Rupanya, tidak mampu menutupi sejumlah persoalan yang ada di dalam bangunan tersebut. Mulai dari soal kebersihan, keamanan, keseragaman petugas bandara, penggunaan fasilitas hingga pengelolaan terminal dua bandara tersebut.

Menariknya lagi, persoalan ini sempat disoroti anggota DPR RI Drs, Hi, Roem Kono, Jumat (24/06). Ketika tiba di terminal dua bandara Djalaluddin Gorontalo, dari Jakarta dengan menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Saat itu wakil rakyat ini sempat kaget, karena dirinya yang tidak bisa menggunakan garbarata, yang seharusnya sudah dioperasikan sejak usai pengeresmian terminal tersebut.

Apalagi ketika memasuki ruangan gedung terminal itu, dari ruang pintu keluar Roem Kono menemukan petugas terminal tersebut terkesan tidak terarah, dalam melaksanakan tugas. “Saya kira saya suda bisa menaiki garbarata itu, ternyata tidak. Padahal pengeresmiannya sudah beberapa bulan lalu dilakukan Menhub RI,” terang Roem Kono.

Nah, dari temuannya itulah, Roem Kono menilai hal tersebut merupakan keterlambatan pihak Bandara Djalaluddiin Gorontalo, dalam mengelola fasilitas ini. Sehingga, ada rasa khawatir timbul dibenak Roem Kono, ia takut jangan sampai terminal dua ini akan menjadi kumuh. “untuk menjadikan aset ini sebagai kebanggaan di Gorontalo, maintanance bandara ini harus dari orang-orang yang profesional, teratur dan tertib. Agar mampu dan bisa memberikan jaminan terhadap pengunjung, bahkan wisatawan luar negeri mendepatkan pelayanan yang prima dan nyaman,” ketusnya.

Kata Roem Kono, pelayanan dan pengelolaan fasilitas itu sangat penting, setidaknya Kepala Bandara harus rutin melalukan pengecekan terhadap petugas bandara ini. “Jangan nanti sudah kumuh, baru profesionalisme, pelayanan dan lain-lainnya, baru diperhatikan,”tutur Roem Kono. Aleg DPR RI ini mengimbau, kesalahan yang pernah dilakukan Kepala Bandara lama, agar jangan terulang pada Kepala Bandara yang baru. Karena menurutnya, jika pergantian Kepala Bandara ini terjadi tiga kali dalam setahun, maka pengelolaan bandara ini tidak akan maksimal, dan tidak akan memberikan jaminan apa-apa.

Parahnya lagi, persoalan yang ditemukan Roem Kono tersebut, akan ia giring ke forum Komisi Lima DPR RI, dan dilaporkan ke Menhub RI. Karena ketika ia ingin bertemu dengan Kepala Bandara, untuk mencari tahu laporan arus mudik, dan pengelolaan bandara, Kepala bandara sedang tidak berada di tempat. “Kepala Bandara itu, harusnya stan by di Gorontalo, jangan sering ke Jakarta. Kalau begini persoalan yang saya temukan ini, akan saya bahas di Komisi 5 dan melaporkan ke Menhub RI, agar pemerintah pusat tahu perkembangan bandara yang sudah mereka resmikan ini,” tukas Roem Kono. (rg-62)

Share

1 thought on “Terminal Baru Bandara Djalaluddin Masih Dinilai Kumuh

  1. untuk bandara yang baru beroperasi kondisinya parah sekali. waktu saya datang,toiletnya sangat kotor,bau & becek,ketertiban & kebersihan di terminal juga sangat tidak teratur. apalagi masih banyak penjemput yang masih tidak tahu diri dengan berdiri sambil membawa troli tepat di depan pintu keluar terminal kedatangan yang menghambat penumpang pada saat keluar,lebih parahnya lagi tidak ada petugas yang menegur atau security yang membantu menertibkan. Menurut saya tidak ada gunanya membuat bandara baru kalau tidak diatur oleh SDM yg benar2 profesional & disiplin,hasilnya akan sama seperti bandara lama (menjijikkan). semoga ada perubahan secepatnya agar image gorontalo tidak rusak hanya karena segelintir orang2 yg tdk bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan