X-Ray di Asrama Haji Tak Berfungsi, Isi Bagasi JCH, Dari Makanan Sampai Deterjen

Petugas Avsec Bandara Djalaluddin Gorontalo, melakukan pemeriksaan bagasi milik JCH dan menemukan sejumlah deterjan dikemas dalam botol air mineral.

RadarGorontalo.com – Seluruh bagasi milik jamaah calon haji (JCH) asal Provinsi Gorontalo, Selasa (15/8) mulai diperiksa. Sayang, proses pemeriksaan terpaksa dipindah ke Bandara, karena mesin x-ray di asrama haji tak berfungsi. Menariknya, hampir rata-rata 981 JCH itu, kebanyakan membawa makanan khas daerah, hingga deterjen. Petugas pun terpaksa mengeluarkan beberapa barang, yang dianggap bisa berbahaya dan menghambat perjalanan para JCH nanti.

Proses pemeriksaan bagasi memang sempat tersendat, karena harus menunggu mesin xray buatan China milik Kemenag Provinsi Gorontalo yang tidak berfungsi. Upaya perbaikan yang dilakukan pun, tak membuahkan hasil. Kadis Perhubungan Provinsi Gorontalo M. Jamal Nganro sendiri, membantah jika mesin tersebut rusak. Dan mengatakan mesin itu dapat dioperasikan, hanya saja sulit menampilkan warna jenis barang. “Mesinnya bisa jalan, tapi sulit membedakan warna, baik itu warna untuk benda logam atau cair. Sehingga dengan keputusan bersama, pemeriksaan ini kami pindah ke bandara, dan langsung dilakukan penimbangan,” ujarnya.

Persoalan X-ray sudah selesai, pemeriksaan bagasi pun dilakukan di Bandara Djalaluddin Gorontalo siang kemarin. Satu persatu bagasi dibuka oleh petugas Avsec Bandara Djalaluddin Gorontalo, baik secara manual atau menggunakan X-Ray. Menariknya, dari pemeriksaan itu X-Ray berhasil mendeteksi benda yang tak layak dibawah JCH. Yakni puluhan deterjen milik seorang JCH, yang sudah dikemas dalam botol air mineral, serta satu saset deterjen cair. Alasan petugas menahan dan menyita temuan itu, karena wadahnya yang tidak memenuhi standar. Atau mudah pecah, sehingga dapat mengancam keberangkatan JCH ketika tiba di embarkasi selanjutnya.

Mengingat barang itu milik JCH, tidak serta merta dimusnahkan petugas. Tapi dikembalikan pada panitia pelaksana haji, guna dijadikan sebagai evaluasi tentang pelayanan terhadap JCH soal isi bagasi. “Pada dasarnya kami tidak melarang JCH membawa deterjen, hanya saja wadahnya yang membuat kami harus mengamankan dan menyita deterjen itu. Jika selama wadahnya memenuhi standar dan dapat ditoleransi, maka kami bisa ijinkan,” ungkap Nurfitrianni, petugas Avsec Bandara Djalaluddin Gorontalo.(rg-62)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *