Wouw, di Boalemo Air PAM Mahal, Ini Kata Gubernur

Ilustrasi

RadarGorontalo.com – Kunjungan kerja Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ke Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Jumat (19/10) kemarin, dimanfaatkan warga setempat untuk mencurahkan isi hati (curhat).

Salah satu yang mereka keluhkan tentang mahalnya harga air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang harus mereka bayar. “Air, air.

Mahal harga air PDAM pak gub,” teriak warga saat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tengah memberikan sambutan. Rusli pun terdiam sejak.

Aspirasi warga sekitar makin terdengar nyaring, sahut-sahutan. “Air PAM mahal? Nanti saya akan bicarakan dengan Pak Bupati dan anggota DPRD. Di sini ada saudara Alwin Ladiku, pak Jafar juga saya lihat tadi ada (anggota DPRD Boalemo fraksi Golkar).

Tolong ini tugas kalian, untuk menampung aspirasi rakyat dan memperjuangkan ke pemerintah,” tegas Rusli. Persoalan air bersih, kata Rusli, merupakan hak dasar masyarakat yang harusnya dimediasi oleh pemerintah daerah.

Posisinya setara dengan hak-hak mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan yang dibiayai melalui uang rakyat. Rusli mengakui, persoalan air bersih memang tidak sepenuhnya diberikan secara gratis.

Sebab ada uang operasional yang harus dikeluarkan oleh pemerintah melalui PDAM. Meski begitu, rakyat tidak boleh dibebankan dengan tarif yang mahal.

“Janji saya, saya akan undang pak Bupati Boalemo dan anggota DPRD untuk membahas persoalan ini. PDAM itu dibayar oleh pemerintah, tidak boleh terlalu mahal harganya karena itu hak rakyat,” tandasnya. Rusli bahkan sudah membangun berbagai fasilitas bak air di sejumlah titik di Kabupaten Boalemo.

Seperti di Pilohayanga, di Dulupi, Paguyaman Pantai dan Kecamatan Wonosari. Fasiltias tersebut dengan catatan sambungan ke rumah-rumah menjadi tanggungjawab PDAM setempat. “Dulu waktu saya jadi Bupati Gorontalo Utara, warga hanya dibebankan biaya pemasangan Rp600 Ribu.

Itu pun bisa dicicil sebanyak 10 kali,” imbuhnya. Sementara itu, Kartin Sahrullah, salah satu warga mengaku jika beban tarif air PDAM dirasa sudah memberatkan.

Meski ia tidak tau pasti berapa harga per kubiknya, namun yang pasti semakin terasa berat. “Kalau dulu kami biasanya bayar Rp20 Ribu sampai Rp 40 Ribu per bulan. Tapi sekarang lebih dari Rp 60 Ribu,” jelasnya.

Kehadiran Gubernur Rusli bersama istri Idah Syahidah ke ibu kota Kabupaten Boalemo itu untuk menggelar Bakti Sosial NKRI Peduli yang rutin digelar setiap pekan. Baksos ini sudah yang 34 digelar selama tahun 2018. (RG-25)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.