Wouw, Dekot Tunda Anggaran RSAS – DPU Tahun 2019

Hardi Sidiki

RadarGorontalo.com – Meski sebagian besar proyek tahun 2018 telah selesai dilelang ULP, namun Ketua Fraksi Golkar, Hardi Sidiki menyayangkan sikap OPD yang masih senang dengan ketukan akhir waktu.

Berkali-kali DPRD mengingatkan, agar semua kegiatan yang membutuhkan lelang dimulai sejak triwullan II. Sebab sumber daya manusia (SDM) di ULP sangat terbatas.

“Ini yang selalu kami khawatirkan. ULP ini pekerjaan spesifik, sementara SDM kita sangat terbatas. Kalau semua nanti menumpuk di triwullan III dan IV, maka dampaknya akan seperti ini,” ungkap Hardi.

Seperti pada proyek Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS). Seperti diketahui, sumber dana proyek di RSAS berasal dari BUD atau dana milik sendiri.

“Mestinya bisa dimulai sejak triwullan II karena dana sendiri. Berbeda jika menggunakan dana alokasi khusus (DAK) yang memang kadang anggarannya sudah ada, tapi juknisnya belum ada,” terangnya.

Namun bagi Hardi, persoalan ini biarlah menjadi pengalaman. “yang jelas anggaran ini tidak akan digeser kemana-mana. Ini hanya tertunda dan akan dimasukan lagi di tahun 2019,” tambahnya.

Hardi meminta kepada pihak pelaksana proyek, agar mengerjakan pekerjaan ini sebaik-baiknya. Sebab, kemungkinan besar DPRD akan bersama-sama TP4D. Dalam hal ini pihak kejaksaan untuk turun bersama memantau proyek dilapangan. “Masih ada satu pekerjaan lagi, yaitu mengawasi dilapangan,” pungkasnya. (rg-63)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *