Wouw, 43 Warga Gorontalo Meninggal Akibat HIV/AIDS

Ilustrasi

RadarGorontalo.com – Sejak 2001 hingga Bulan September tahun ini, di Kota Gorontalo sudah 43 jiwa meninggal akibat penyakit HIV/Aids. Selama 17 tahun pada bulan tersebut, sebanyak 116 jiwa yang hidup dari total 159 kasus pengidap penyakit ini.

Meski demikian, di tahun ini Kota Gorontalo dikatakan berhasil menekan jumlah kasus tersebut, hingga 16 kasus. Dibandingkan dua tahun terakhir, yakni 2016 17 kasus, dan tahun 2017 sebanyak 22 kasus. Dari data yang diperoleh Harian Rakyat Gorontalo, melalui KPA Kota Gorontalo.

Jika dirincikan, kasus HIV di Kota Gorontalo sejak 2001 mencapai 70 kasus. Sedangkan penderita penyakit Aids, sebanyak 89 kasus. Khusus pada Bulan September kemarin, jumlah kasus ini pada posisi angka yang sama, yakni HIV dan AIDS memiliki 8 kasus.

“Dari tahun 2001 hingga Bulan September tahun ini, pelaku swasta dan wiraswasta masih menduduki puncak teratas, penderita dua penyakit ini dengan jumlah penderita sebanyak 46 orang. Kemudian disusul Ibu Rumah Tangga 19 orang, mahasiswa 15 orang, Aparatur Sipil Negara 8 orang, WPS 7 orang.

Serta sopir angkutan, pramugari dan seniman masing-masing satu orang, honore dan oknum aparat masing-masing dua orang. Balita dan aktivis KPA masing-masing tiga orang, dan yang tidak diketahui 8 orang,” jelas Sekretaris KPA Kota Gorontalo dr. Riana, Kamis (01/11) kemarin.

Terdapat lima faktor utama, penyebab penyebaran virus dua penyakit tersebut, kata Riana. Diantaranya heterosex, idus atau penasun, ibu ke anak, lelaki suka lelaki dan sisanya tidak diketahui. Heterosex mendominasi faktor penyebaran penyakit tak berpenawar ini, dengan angka 52 kasus.

Disusul faktor lelaki suka lelaki 47 kasus, kemudian 10 kasus idus atau penasun (Pengguna narkoba suntik), untuk penulayan ibu ke anak hanya empat kasus. Sementara yang tidak diketahui, sedikitnya tiga kasus. “Dari segi usia, penderita penyakit ini mereka yang berusia 25 hingga 49 tahun, dengan jumlah kasus 61 orang.

Urutan kedua, usia pelajar dan mahasiswa pelaku swasta mulai dari 15 hingga 24 tahun, berjumlah 34 orang. Disusul 4 orang usia 1 tahun sampai 14 tahun. Dari sembilan kecamatan yang tersebar di Kota Gorontalo, Kota Selatan merupakan wilayah terbanyak ditemukan kasus HIV/AIDS ini, dengan angka 22 kasus.

Kemudian Kota Tengah 21 kasus, Kecamatan Kota Timur 20 kasus, Dumbo Raya, Kota Utara dan Kota Barat masing-masing 9 kasus. Untuk Kecamatan Sipatan sebanyak 13 kasus, Dungingi 5 kasus, terendah Kecamatan Hulonthalangi satu kasus. Dan kecamatan yang terbanyak ditemukan kasus ini, bisa disebut sebagai wilayah yang banyak komunitasnya, seperti waria, PSK dan lain sebagainya,” terang Riana.

“Semakin banyak masyarakat yang sadar dan peduli akan hiv dan aids, akan bisa dihentikan melalui penghapusan stigma dan menghentikan diskriminasi dengan memulainya dari diri kita sendiri.

Kegiatan sadar HIV/AIDS yang kami laksanakan lelau, menghadirikan sebanyak 3000 peserta, menjadi salah satu solusi terbaik, menekan angka penyebaran penyakit ini. Karena dengan demikian, masyarakat menjadi berani memeriksakan diri mereka, memastikan apakah mengidap penyakit ini atau tidak,” timpal Riana. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.