Warkop JDS di Gusur, Tergugat Ancam Gugat Balik

Eksekusi lahan sengketa yang dilakukan Pengadilan Negeri Gorontalo Kamis (27/07)

RadarGorontalo.com – Dengan pengawalan ketat ratusan personil polisi bersenjata lengkap, eksekusi cafe JDS yang berdiri di atas lahan sengketa tepatnya di samping Hotel Damhill Kelurahan Dulalowo Kamis (27/07), mendapat mendapat perlawanan dari pihak tergugat, Dewi R. Arbie. Rencananya, pihak keluarga tergugat akan menuntut balik, karena menganggap proses eksekusi yang dilakukan PN Gorontalo tidak prosedural.

Sebelum melakukan eksekusi, PN Gorontalo sendiri terlebih dahulu membacakan hasil putusan. Diantaranya, surat permohonan eksekusi dari Sugianto Suratinojo. M.BA, putusan pengadilan negeri gorontalo No. 37/Pdt.G/2012/PN. Serta putusan pengadilan tinggi gorontalo No.20/PDT/2013/PT.Gtlo, kemudian putusan Mahkama Agung RI No.1690 K/PDT/2014.

Suami tergugat Dewi R. Arbie, yakni Ridwan Monoarfa mengaku punya sejumlah bukti fisik, baik dokumen hak milik lahan dan bangunan, surat tanda jual beli. Dan akta notaris yang dibuat oleh Alm. Ismail Suratinojo, sebelum meninggal. Bahwa lahan dan bangunan rumah itu, bukan miliknya. “Ini surat pernyataan. Mereka katakan bahwa ini Dewi yang buat, setelah almarhum meninggal. Sekarang, saksi mereka sudah jadi tersangka, karena memberikan keterangan palsu di pengadilan,”tegas Ridwan, sambil memperlihatkan sejumlah dokumen hak milik lahan dan bangunan itu.

Bahkan Ridwan menuding, saksi palsu di persidangan. “Silakan cek pada notaris yang membuat akta ini. Almarhum membuat pernyataan ini sendiri. Tapi sayang, kesaksian palsu yang dilakukan pemohon, dibenarkan pengadilan. Karena itu Dewi R. Arbie kalah dalam sidang sengketa ini,” terangnya.

Atas kekalahan dalam sidang sengketa itu, pihaknya pun melakukan Peninjauan Kembali (PK), yang diterima oleh Mahkamah Agung. Bahkan dalam PK itu, ada lima nofum yang diajukan pihaknya ke MK. Dan keberadaan sertifikat tersebut saat itu, masih menjadi jaminan di Bank Mandiri Gorontalo. Karena dibuat sebagai jaminan oleh tergugat Dewi R. Arbie, yang sesuai nama pemilikan sertifikat itu.

Sementara itu pihak pengadilan sendiri mejelaskan, selain beberapa putusan yang sudah dikantongi, dan dibacakan tadi. Menurut hukum tanah dan rumah obyek sengkat dalam sertifikat hak milik No 102/Dulalowo, gambar situasi tanggal 26 April 1982 Nomor 305/1982 seluas 625 M2. Dan sertifikat nomor 336/Dulalowo, gambar situasi tanggal 27 Maret 1982 no 237/1982 seluas 599 M2 yag terletak di Kelurahan Dulalowo Timur. Berbatasan dengan tanah milik Alfian Tolinggi dan jalan Pangeran Hidayat, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), adalah milik Alm. Ismail Suratinojo. “Maka dari itu pengadilan melakukan penolakan kasasi dari pemohon kasasi I Dewi R. Arbie, dan kasasi II Bank Mandiri cabang Gorontalo. Dengan alasan putusan tersebut sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” jelas Aris Bawono Langgeng, Ketua PN Kota Gorontalo.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.