Warga Pohuwato Rebutan Adopsi Anak Korban Tsunami Palu

Kedatangan para korban musibah di Sulawesi Tengah tiba di kantor Bupati Pohuwato, Jumat (5/10) malam

RadarGorontalo.com – Warga Kabupaten Pohuwato yang berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Sulawesi Tengah berebut ingin  mengadopsi anak-anak korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu. Mereka mendapatkan informasi di media sosial bahwa anak-anak yang dievakuasi dari lokasi bencana oleh Pemkab Pohuwato siap untuk diadopsi.

Kedatangan para korban tahap ketiga sekitar 75 orang yang dievakuasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato lewat jalur darat, Jum’at (5/10) malam tiba di kantor Bupati Pohuwato. Para korban disambut oleh pemerintah daerah serta warga yang ingin mengadopsi anak-anak.

Pada malam itu juga, pemerintah daerah langsung menyampaikan kepada warga yang sudah terlanjur datang bahwa informasi yang beredar di medsos soal anak-anak Palu yang siap diadopsi, itu tidak benar adanya alias Hoax.

Kepada Radar, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato Ahmad Djuuna mengatakan, pada malam itu ada beberapa warga yang datang ke kantor Bupati Pohuwato ingin mengadopsi anak-anak korban musibah Palu setelah mendapatkan kabar di media sosial, anak-anak korban musibah Palu siap diadopsi.

“Tidak benar ada anak-anak korban gempa dan tsunami Palu bisa diadopsi di Pohuwato. Itu tidak ada, Hoax,” tegas Ahmad Djuuna. Sejauh ini sambung Ahmad, Pemkab Pohuwato sudah tiga kali membantu melakukan evakuasi para korban untuk keluar dari lokasi bencana menuju Pohuwato.

“Tahap pertama yang dibawa ke Pohuwato 50 orang, tahap kedua 72 orang dan tahap ketiga 75 orang yang tiba Jumat malam,” ungkap Ahmad. Untuk saat ini sudah tak ada lagi para korban yang mengungsi di kantor bupati.

“Saat tiba di Pohuwato mereka disambut oleh pemerintah daerah, kemudian langsung diperiksa kesehatan, diberi makanan. Dan kalau ada yang masih membutuhkan bantuan makanan atau susu untuk anak-anak, itu kami berikan. Setelah itu mereka dijemput oleh keluarga masing-masing,” pungkasnya. (din)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.