Warga Marisa Tewas Ditembak Polisi, Simak Kronologisnya…

Terduga kasus pembobolan rumah Abdul Wahab Tuadingo (45), terkapar tak bernyawa di bangsal RUSD Pohuwato.

RadarGorontalo.com – Diduga sebagai pelaku pembongkaran rumah, Abdul Wahab Tuadingo (45) warga Marisa, meregang nyawa setelah tubuhnya ditembus timah panas polisi saat melakukan penggerebekan, Rabu (31/05) pukul 04.00 Wita dini hari. Kasus ini pun berbuntut panjang, setelah pihak keluarga tidak terima dengan aksi penembakan itu.

Almarhum Abdul Wahab, meninggal dunia setelah diterjang dua butir peluru polisi yang mengenai bagian punggung dan perutnya. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Polisi yang menembak adalah Ipda RFT. Pihak keluarga tidak terima dengan penembakan tersebut, karena menurut mereka korban masih terduga dan belum ada bukti dirinya pelaku pembobolan rumah.

Kapolres Pohuwato AKBP Ary Donny Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan penembakan oleh anggotanya yang menyebabkan Abdul Wahab meninggal dunia. Menurutnya, itu dilakukan karena saat akan digerebek, korban sempat melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam. “Awalnya anggota reskrim menggerebek rumah korban, dan menanyakan keberadaan korban pada isterinya. Namun isteri korban sempat mengelak, kalau korban ada di rumah. Kemudian petugaspun terus melakukan penggerebekan sampai menemukan korban di dalam rumah itu. Nah, karena korban memberikan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam, petugas langsung mengeluarkan tembakan peringatan. Alhasil korban bukannya menyerahkan diri, tapi kabur melalui jendela rumah. Lantas petugas langsung melakukan pengejaran, sembari mengeluarkan tembakan ke arah korban hingga mengenai punggung dan perut, sampai membuat korban terjatuh,” terang Kapolres. “Untuk oknum petugas yang melakukan penembakan, saat ini sudah ditangani Bid Propam Polda Gorontalo,” timpalnya.

Ditempat terpisah, kepada Radar Gorontalo salah seorang kerabat korban H. Avon Nento mengaku keberatan dengan prosedur penembakan yang dilakukan polisi. Dirinya menuturkan, sekitar pukul 04.00 wita, ketika sedang makan sahur bersama keluarga. Polisi menduga bahwa korban adalah pelaku kasus pembobolan rumah. Ia pun tewas di TKP dengan luka tembakan di bagian punggung dan bagian perut, yang dilakukan salah satu oknum perwira Polres Pohuwato berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) berinisial RFT. “Dari kejadian ini, kami minta oknum petugas itu diberi sanksi setimpal,” ujar Nento. (TR-64/RG-62)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *