Wanita Motor Kepariwisataan, Why Not?

Sintia Massa

RadarGorontalo.com – Tidak dipungkiri, sektor kepariwisataan akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di sebuah daerah, dan juga masyarakatnya. Bila memang benar-benar dikelola dengan cermat dan penuh keseriusan, termasuk dalam menampilkan ikon-ikon kepariwisataan yang baru, baik dari sumber-sumber destinasi-nya yang masih tersembunyi, maupun peran aktif masyarakatnya, untuk turut menopang dari sisi kearifan lokal, dan kekayaan budaya di sekitarnya.

Disisi lain, peran pentingnya pula, diharapkan tidak hanya lahir dari kalangan pemerintah dan kaum laki-laki saja. Namun, mantan putri pariwisata asal Gorontalo, Sintia Massa, mengharapkan dukungannya serta peran aktif kaum wanita, untuk turut hadir dan perlu menjadi motor dunia kepariwisataan di provinsi ke 32 di Indonesia ini. Tidak heran, atas itikad baik dan dari lubuk hati yang paling dalam itu pula, Sintia akan berupaya lebih mengembangkan seluruh sektor kepariwisataan di provinsi Gorontalo. Dengan masuk menjadi calon anggota legislatif (caleg) melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah pemilihan (dapil) Gorontalo II atau Kabupaten Bone Bolango (Bonbol), ke kursi legislatif DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo, di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. “Jujur, saya peduli dengan pengembangan kepariwisataan di provinsi Gorontalo, mas! Olehnya, salah satu upaya saya, dengan masuk menjadi caleg dari PKS untuk Deprov di Pileg 2019 mendatang. Karena dengan menjadi wakil rakyat, saya berharap, itu akan merupakan salah satu cara untuk saya lebih memajukan kepariwisataan di provinsi Gorontalo. Dengan lebih menggalakan koordinasi hingga di lintas pemerintah pusat dan daerah, bahwa di provinsi Gorontalo, banyak kebutuhan akan pengembangan kepariwisataan, yang tidak sedikit berpotensi menjadi hidden paradise (surga tersembunyi). Bukan saja layak dinikmati oleh masyarakat Indonesia, tapi tidak akan kalah bersaing dipromosikan ke dunia internasional,” urai pemilik nama lengkap Nurhayati Sintia Massa ini. “Tidak hanya berhak dipromosikan oleh pemerintah saja. Tetapi, kaum perempuan di provinsi Gorontalo pun, mampu untuk menjadi motor penggerak akan kekayaan potensi yang layak menjadi ikon kepariwisataan dunia, yang tersebar di provinsi Gorontalo. Kenapa tidak?” tandasnya. (pg-12)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.