Wakil Kedubes Jepang Datangi Perkebunan Kakao Boalemo

Wakil Kedubes Jepang bersama Rum Pagau dan rombongan mengunjungi perkebunan kakao.
Wakil Kedubes Jepang bersama Rum Pagau dan rombongan mengunjungi perkebunan kakao.

Rum Pagau Hebat

RadarGorontalo.com – Masyarakat Boalemo patut berbangga punya Bupati Rum Pagau. Bukan mau membeda-bedakan Kepala Daerah, namun terbukti, jika Bupati Syarif Mbuinga dan Walikota Marten Taha masih tahap penjajakan kerjasama dengan Jepang, di Boalemo, Wakil Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang untuk Indonesia Mr. Asuichi Akamatzu, sudah menginjakkan kaki di Boalemo Idaman tersebut.

Meski berstatus cuti namun Rum Pagau tetap menomor satukan kepentingan rakyat. Ini terlihat dari upaya Rum Pagau mendatangkan wakil Kedubes Jepang ke lokasi perkebunan Kakao di Desa Bualo, Kecamatan Paguyaman. Didampingi Wakil Presiden PT. Panasonic Manufaktoring Indonesia Heru Santoso, Presiden Direktur PT. Dharma Karyatama Mulia (DKM) Gobel Indonesia Jimmy Tahir, dan bersama Wakil Presider Welly Jassin, Ridwan Monoarfa dan pihak Investor Tokyo Food, Mr. Asuichi Akamatzu meninjau langsung tanaman Kakao. Dia sangat kagum dengan suburnya perkebunan Kakao yang ada di Kabupaten Boalemo. “Saya datang ke Boalemo untuk kerjasama yang telah terjalin sejak lama dengan pak Rahmat Gobel, yang selama ini memprakarsai kerjasama Jepang dan Indonesia. Dan Kakao di Boalemo ini, dilaksanakan bersama-sama dengan pihak swasta Jepang, yakni Kanematzu dan Gobel Group. Makanya kami tertarik sekali untuk melihat langsung,” jelasnya. Usai melihat perkebunan Kakao, Asuichi mengaku akan mempelajari secara seksama apa yang akan menjadi kebutuhan dari masyarakat petani Kalau, khususnya kelompok petani Kakao di Kabupten Boalemo. Menurut Asuichi, perkebunan kakao yang ada di Boalemo, sangat baik dan berpotensi untuk bangsa pasar internasional.

Selain meninjau perkebunan Kakao, Asuichi juga meninjau lokasi pembangunan pabrik Kakao di Desa Pangi, Kecamatan Dulupi. Menurut Asuichi, pembangunan pabrik Kakao kini tengah masuk tahapan perencanaan. “Kita harap semua pihak bisa bekerja keras sehingga bisa lebih cepat terealisasi pabriknya,” harap Asuichi.

Kedatangan Kedubes Jepang ini tidak lepas dari tindaklanjut surat yang kirim oleh Bupati Rum Pagau ketika belum cuti kampanye. Rum Pagau mengirimkan surat permintaan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jepang untuk mempertimbangkan dan menyepakati skema Jicarbon mecanisme. Serta meminta pihak Kementerian yang bersangkutan di kedua negara untuk membahas kesepakatan tersebut dalam waktu yang tidak lama. Keberadaan pabrik Kakao di Kabupaten Boalemo nanti, dianggap sangat penting, karena menarik petani Kakao untuk melakukan fermentasi biji Kakao dan langsung menjual kepada pabrik, tentu dengan harga yang tinggi. Selain itu, kehadiran pabrik ini juga bisa menarik penjual ataupun konsumen dari Jepang, karena belum ada produk Kakao lain yang dibuat di Indonesia yang langsung menuju pasar Jepang. (RG-59)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *