Viral Video “Buly”, Ini Yang Dikatakan Orang Tua Korban

RADARGORONTALO.COM – Beredarnya video viral perkelahian antara siswi SMP 1 Limboto di media sosial seakan menggambarkan tingkat pengawasan dari pihak sekolah minim. Hal itu diakui orang tua salah satu siswi yang ada dalam video tersebut. Dimana, Ia mengaku jika anaknya ini memang seringkali di buly oleh kakak kelasnya bahkan kejadian seperti ini sudah yang kedua kalinya. Awalnya, memang saya tidak tahu karena anak saya tidak mengadukan hal itu kepada saya, namun akhirnya dia mengaku sakit disekujur tubuhnya bahkan bibirnya pecah, lantas saya menanyakannya dan Ia pun mengaku”, ujar Nurmala Aliwu selaku orang tua korban yang saat itu turut didampingi adiknya Iman Aliwu.
Memang, kata Nurmala, beberap hari kemarin pihaknya sudah sempat dipertemukan dengan Bupati, Kepala Dinas Pendidikan, pihak sekolah dan orang tua pelaku. Akan tetapi, kata Nurmala, Ia tidak puas dengan apa yang menjadi keputusan kemarin karena tidak dapat memberikan efek jera kepada pelaku, sementara anaknya sudah mengalami trauma bahkan takut untuk masuk sekolah. Makanya, Nurmala Aliwu langsung mendatangi kantor DPRD Kabupaten Gorontalo pada senin siang kemarin dan mengadukan hal itu kepada pihak Komisi 2. “Laporan sudah diterima komisi 2 dan kami akan menunggu kapan akan ditindaklanjuti. Harapan kami, masalah seperti ini tidak terjadi lagi, apalagi ini sekolah unggulan. Berikan efek jera kepada yang bersangkutan, karena ini sudah kali kedua dilakukan kepada anak saya.
Video Viral SMP 1 Limboto
Bahkan dari pihak sekolah sudah mempertegas pada kejadian pertama yakni kalau masih melakukan hal yang sama maka akan di DO. Nah, sekarang hal itu terjadi lagi, lantas bagaimana dengan pihak Sekolah”, tegas Nurmala. Sementara itu, Kepala Sekolah SMP I limboto saat dijumpai disekolahnya lagi tidak berada ditempat. Dilain pihak, Kepala Dinas Pendidikan, Lilian Rahman saat dikonfirmasi mengatakan bahwa persoalan ini sudah selesai karena antara dua pihak sudah dipertemukan. Masalah perkelahian seperti ini pun bagi Lilian Rahman adalah hal yang biasa terjadi dilingkungan sekolah karena mereka beranjak ke pra remaja. Tak hanya itu saja, pihak Diknas justru memberikan reward kepada pihak Sekolah karena mampu menyelesaikan masalah tersebut tanpa melibatkan pihak-pihak terkait. (RG-52)
Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *