Usia ke 17, Gorontalo Makin Sejahtera

17 tahun Gorontalo

RadarGorontalo.com – Disela-sela berbagai persoalan yang ada, tak bisa dipungkiri Provinsi Gorontalo dalam perjalanannya sudah banyak peningkatan. Penguatan ekonomi rakyat, membuat angka kemiskinan turun. Pertumbuhan ekonomi pun, perlahan merangkak naik. Data yang ada menunjukkan, selang 2012 hingga 2017, Gorontalo menunjukkan perubahan luar biasa.

Perubahan yang dimaksud itu, pertama terlihat dari penambahan jumlah penduduk. Dari tahun 2001 sebesar 850.798 jiwa, tahun 2016 meningkat menjadi 1.150.765 jiwa. Kedua, dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) yang merupakan indikator tingkat kemajuan pembangunan manusia yang menggambarkan (Pendidikan, Kesehatan dan Pendapatan). Jika di tahun 2012, IPM Gorontalo 64,16, maka pada tahun 2015 meningkat menjadi 65,86.

Ketiga presentase penduduk miskin Gorontalo tahun 2002 sebesar 32,13 persen pada tahun 2016 menjadi 17,63 persen. Keempat, pertumbuhan ekonomi Gorontalo dari 5,55 persen di tahun 2001 menjadi 6,23 persen di tahun 2016 lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional (6,52). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 18,45 persen.

Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang mengalami rumah tangga sebesar 8,35 persen, sedangkan dari sumber pertumbuhan, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan masih memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi yakni sebesar 2,34 persen.

Kelima untuk peningkatan PDRB perkapita pertahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari data badan pusat statistik (BPS) pada tahun 2016 PDRB perkapita Provinsi Gorontalo mencapai 27,65 juta rupiah, meningkat dari tahun 2015 sebesar 25,18 juta rupiah. Demikian halnya dengan tingkat pengangguran terbuka Agustus 2016 mencapai 2,76 persen (dari angkatan kerja), mengalami penurunan dibandingkan 2015 sebesar 4,65 persen.

Sementara itu, Gubernur menjelaskan 8 program unggulan yakni pendidikan berkulaitas. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas akses layanan dan mutu pendidikan serta kualifikasi tenaga pengajar dengan target akhir kualitas sumberdaya manusia yang memiliki daya saing secara global. Melalui program prioritas pendidikan yang fokus berhasil meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK). APK jenjang SD/MI selang tahun 2012-2016 menunjukan adanya peningkatan rata-rata APK untuk tingkat SD/MI sebesar 0,09 persen. APK untuk jenjang SLTP dengan rata-rata peningkatan sebesar 0,03 persen dan APK untuk jenjang SLTA dengan rata-rata peningkatan sebesar 4,12 persen. Demikian halnya mutu dan relevansi pendidikan juga mengalami kemajuan. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya prosentase kelulusan pada jenjang SD, SLTP maupun SLTA sederajat mencapai angka 100 persen.

Kedua, kesehatan yang prima bertujuan meningkatnya kualitas layanan dan prasarana kesehatan agar lebih prima dan mengcover seluruh masyarakat Gorontalo diantaranya peserta JKN-KIS 1.099.664 (94,73 persen), belum peserta JKN-KIS 61.236 (5,27 persen). Ketiga, Infrastruktur yang merata dalam kaitan dengan percepatan pembangunan infrastruktur telah dilaksanakan adalah panjang jalan yang sudah terbangun, kondisi mantap jalan 227,519 km atau 41,15 %, akses air minum layak 71,59 %, sanitasi layak 59,85 %, pembangunan rumah layak huni sebesar 472 unit dan keempat adalah program ekonomi yang lebih meningkat dalam menunjang produksi pangan maka telah dilaksanakan pembangunan bendung paguyaman yang dapat mengairi areal seluas 8000 hektar dan pembangunan Bendung Randangan yang akan mengairi areal persawahan seluas 10.000 hektar.

Gubernur Rusli Habibie berharap pembangunan beberapa mega proyek tersebut akan lebih mengakselerasi akses masyarakat dan tumbuhnya pusat ekonomi baru dalam rangka percepatan pencapaian kesejahteraan rakyat Gorontalo. Melalui strategi pembangunan pada sektor ekonomi kerakyatan yang fokus pada komoditi pertanian jagung, dimana mampu meningkatkan produksi jagung dari 605,781 ton di tahun 2011 meningkat menjadi 1,481,628 ton di tahun 2017. hal ini juga dibarengi dengan perbaikan kinerja sektor peternakan dan perikanan dimana upaya menjadikan provinsi gorontalo sebagai lumbung ternak telah diupayakan dengan mengembangkan usaha peternakan dalam peningkatan populasi ternak sapi. Untuk produksi perikanan tangkap tahun 2015 105,715 ton meningkat 126,036 ton ditahun 2017 (19,22%). Produksi perikanan budidaya 2015 26,364 ton meningkat 41,028 ton (55,62%).

Kelima pemerintah yang lebih melayani pemerintah provinsi gorontalo berhasil menciptakan kondisi daerah yang aman dan stabilitas sosial dan politiknya tetap terjaga, hal ini dibuktikan dengan hasil evaluasi pelaksanaan penanganan gangguan keamanan dalam negeri menempatkan provinsi Gorontalo sebaga daerah teraman di indonesia, kemudian kita juga menjadi daerah yang memperoleh wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk opini pengelolaan keuangan daerah yang diraih oleh pemerintah provinsi gorontalo dan seluruh Kabupatan/Kota di Gorontalo pada tahun 2016. Peringkat pertama penyerapan realisasi fisik dan keuangan berdasarkan hasil evaluasi tepra sampai bulan oktober 2016 dan lpse provinsi gorontalo terpilih menjadi lpse percontohan e-catalogue local.

Keenam, agama dan budayasebagai daerah dengan filosofi “adat bersendikan syara, syara bersendikan kitabullah” maka peningkatan minat masyarakat terhadap terhadap pelestarian budaya daerah dan meningkatnya ketaqwaan dan kerukunan umat beragam serta dukungan pemerintah terhadap semua kegiatan budaya dan keagamaan agar lebih semarak.

Ketujuh, pariwisata yang lebih mendunia perbaikan infrastruktur sector pariwisata agar memenuhi standar international dengan target meningkatnya kunjungan wisatawan local dan international.

Kedelapan, lingkungan yang lebih lestaripengelolaan berbagai potensi sumberdaya alam, terutama pariwisata, pertanian, kelautan, pertambangan yang ramah lingkungan dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan yang paling utama tetap mengutamakan kelestarian lingkungan hadirin yang terhormat dari berbagai capaian kinerja tersebut, maka tantangan kedepan antara lain adalah bagaimana memperbaiki iklim investasi melalui perbaikan kemudahan usaha, kemudahan akses dan peningkatan daya saing. Melalui sinergi program antara provinsi dan kabupaten/kota diharapkan sektor investasi kedepan akan lebih tumbuh. disamping itu juga pemerintah Provinsi Gorontalo kedepan akan fokus dalam mendorong sektor pariwisata sebagai sektor penggerak pertumbuhan ekonomi. (rg-50)

Berita Terkait

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *