UNG Canangkan Penanaman Tanaman Adat Gorontalo

Bersama sejumlah pejabat, Rektor UNG melakukan penanaman tanaman adat Gorontalo
Bersama sejumlah pejabat, Rektor UNG melakukan penanaman tanaman adat Gorontalo

RadarGorontalo.com – Dalam rangkaian pelaksanaan kongres kebudayaan Gorontalo. Universitas Negeri Gorontalo bersama Pemerintah Kota Gorontalo, Lembaga Adat Kota Gorontalo, beserta siswa sekolah dan Masyarakat melakukan aksi pencanangan penanaman tanaman adat Gorontalo, Senin (07/11) kemarin, di SMA Negeri 2 Gorontalo.

Pencanangan aksi ditandai dengan dilakukannya penanaman sejumlah tanaman adat diantaranya pinang (luhuto), nangka (langge), dan puring (polohungo), oleh Rektor UNG Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd, Walikota Gorontalo H. Marten Taha, SE, M.Ec, Dev, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Gorontalo H. Weni Liputo, pimpinan di lingkungan UNG, serta masyarakat umum.

Rektor UNG Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd menuturkan, penanaman tanaman adat Gorontalo merupakan salah satu langkah nyata dalam melestarikan adat Gorontalo. Karena berbicara adat Gorontalo bukan hanya berkaitan dengan pakaian dan perilaku, namun juga termasuk tanaman yang menjadi ciri khas daerah.

“Tanaman adat Gorontalo saat ini mulai jarang ditemui di lingkungan masyarakat, sehingga perlu dilakukan penanaman kembali tanaman yang menjadi ciri khas daerah Gorontalo. Karena melestarikan tanaman adat juga merupakan bagian dari pelestarian budaya Gorontalo,” ungkap Prof. Syamsu.

Menurut Prof. Syamsu, pencanangan tanaman ini sengaja melibatkan masyarakat khususnya pemuda dan siswa sekolah, karena sudah seharusnya pelestarian budaya melibatkan keduanya. Terlebih langkah tersebut juga sebagai bentuk upaya menyadarkan para kaum muda akan pentingnya budaya sebagai warisan dan identitas dari masyarakat Gorontalo.

Walikota Gorontalo H. Marten Taha, SE, M.Ec, Dev, turut memberikan apresiasi atas aksi nyata yang dilakukan UNG dalam upaya pelestarian budaya Gorontalo melalui penanaman tanaman adat. Menurut Marten, pelestarian budaya dapat dilakukan dari berbagai aspek, salah satunya melalui penanaman tanaman adat.

Aksi penanaman tanaman adat sendiri kata Marten memiliki manfaat dan berdampak positif bagi lingkungan. Diantaranya memberikan pembelajaran dan penanaman nilai budaya di masyarakat, serta dapat melestarikan lingkungan sekitar banyaknya pohon yang ditanam. “Kita berharap melalui aksi ini, keberadaan tanaman adat Gorontalo tidak akan punah. Dan masih dapat dinikmati oleh generasi dimasa mendatang,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Kongres Budaya Gorontalo Dr. Harto Malik, M.Hum, menuturkan, aksi penanaman tanaman adat telah menanamkan sebanyak 300 tanaman adat Gorontalo. Tanaman tersebut diantaranya tanaman pinang (luhuto), nangka (langge), puring (polohungo), tebu (patudo), lemon (limu) dan bambu kuning. (rg-40/pr)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *