Tunggu Audit BPK, Tersangka Korupsi 7 Ruas Jalan Segera Ditahan

Firdaus Dewilmar, SH. M.HUM.

RadarGorontalo.com – Dari total 34 ASN dan honorer Dinas PUPR Kota Gorontalo, kini tinggal 8 orang yang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo, atas dugaan kasus tindak pidana korupsi, proyek tujuh ruas jalan tahun anggaran 2016. Dan Kepala Kejati Firdaus Dewilmar, SH. M.HUM memastikan akan segera dilakukan penetapan tersangka dan penahanan dalam waktu dekat.

“Semua kami lakukan pemeriksaan, untuk hari ini (Kamis 22/03 kemarin.red), ada delapan orang kami periksa. Dan dalam waktu dekat ini, kami akan selesaikan kasus ini,” tegas Firdaus yang juga mantan Wakajati Gorontalo itu. Dirinya juga menambahkan, penyelesain kasus ini akan dilakukan sesuai target yang telah ditentukan. Yang selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Gorontalo. “Sembari menunggu hasil perhitungan yang kami lakukan bersama BPK Gorontalo, terkait jumlah kerugian negara dari dugaan kasus ini. Pemeriksaan terus dilaksanakan,” terang Firdaus.

Sementara itu dihari yang sama, Kejati juga menahan dua orang yang terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan pipa di tahun 2015, yang telah merugikan negara senilai Rp. 5 miliar. Sebelum dilakukan penahanan, dua tersangka ini diperiksa kesehatannya oleh tim dokter yang didatangkan Kejati Gorontalo, pada pukul 17.40 WITA. Untuk memastikan kesehatan dua tersangka ini, apaka bisa dilakukan penahanan langsung, atau tidak. Kemudian dua tersangka ini digiring ke mobil tahanan ukuran besar, dititipkan ke Lapas Klas II B Gorontalo.

“Total anggaran yang dikucurkan Kementerian PUPERA RI, khusus pengadaan barang berupa pipa ini Rp 16 Miliar. Kerugian negara dalam kasus ini, sebesar Rp 5 Miliar. Sedangkan tersangka diancam Pasal 2 dan 3, nanti kita lihat apakah Primer atau Subsider yang terbukti dalam kasus ini,” ujar Kepala Kejati Gorontalo Firdaus Dewilmar, SH. M.HUM. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *