Tua Bukan Halangan, Opa Eki Naik Sepeda Kota – Gorut

Lengkap dengan kacamata hitam dan sepeda sport, Opa Eki 64 tahun rela mengayuh sepeda 90kilo lebih dari Kota hingga Gorut untuk JSN 2018. (f.tuken)

RadarGorontalo.com – Usia boleh tua, tapi jangan tanya tenaganya. Anak muda bisa lewat. Opa Eki nama pria tua ini. Kendati sudah berusia 64 tahun, Opa Eki mampu menjajal rute Kota Gorontalo – Kabupaten Gorontalo Utara dengan bersepeda. Jarak sejauh kurang lebih 74 Km itu, ditempuhnya dalam waktu 3 hari. Masjid pun menjadi titik perhentiannya untuk istirahat. Menariknya lagi, kedatangan Opa Eki ke Gorut, Sabtu (11/8) pekan kemarin itu, untuk ikut iven Jelajah Sepeda Nasional (JSN) yang sempat didengarnya dari radio.

Yusuf Tuna (Tuken), Radar Gorontalo

Iven JSN yang digelar akhir pekan kemarin, berlangsung sukses. Ribuan masyarakat umum hingga para atlet Nasional dan lokal, ikut memeriahkannya. Para pejabat tinggi level provinsi, mulai dari Wakil Gubernur Idris Rahim, Kapolda Gorontalo, Brigjenpol Rachmad Fudail, Danrem 133 Gorontalo, Kol CZT Arnold A.P. Ritiauw, serta Dandim 1304 Gorontalo, ikut berbaur di dalamnya. Sedangkan Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta datang mewakili Menpora.

Nampak ditengah-tengah kerumunan pesepeda, seorang pria tua yang mengenakan kemeja putih dipadu celana panjang coklat tua, kaca mata hitam, peci putih plus ransel di pundaknya. Pria tua itu, terlihat antusias mengikuti iven. Setelah sempat menghilang, Saya pun akhirnya ketemu beliau sedang sholat Dzuhur di masjid dekat Block Plan Kantor Bupati Gorut.

Kendati letih, namun Opa Eki masih terlihat begitu bersemangat. Dirinya pun bersedia meladeni wawancara dengan awak media. Opa Eki mengaku, dirinya sudah tiga hari bersepeda dari rumahnya di Perum Kaputih Indah, Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo. Sengaja datang ke Gorut, spesial ikut iven JSN, yang informasinya didapat dari radio.

Dengan bekal seadanya yang ditaruh di dalam ransel plus sepeda, Kamis Pagi (9/8), Opa Eki mulai menjajal rute Kota Gorontalo – Gorut, yang jarak tempuhnya kurang lebih 74 km. Hingga kemudian, berhenti di Masjid Agung Limboto untuk istirahat. Opa Eki tidak buru-buru, dirinya menyempatkan untuk istirahat sekaligus mengunjungi beberapa kerabat, hingga akhirnya bermalam disitu.

Masuk waktu Subuh, Jumat (10/8), Opa Eki kembali melanjutkan perjalanan menuju Gorut. Sadar usia yang sudah senja, Opa Eki enggan memburu waktu” Di Isimu, saya juga istrahat sebentar Ashar hingga jelang Magrib. Sholat sekalian luruskan badan sejenak, ” kata Opa Eki dalam bahasa Gorontalo.

Malam tiba, Opa Eki kembali mengayuh sepedanya, dan kembali berhenti di salah satu masjid yang terletak 7 Km, dari gerbang masuk Gorut, dan kembali bermalam disitu. ” Saya lupa apa nama mesjid yang,” ujar kakek yang seharinya berprofesi sebagai tukang jahit itu.

Paginya tepat pukul 08.00 Wita, Opa Eki tiba di lokasi JSN, dan langsung bergabung dengan para pesepeda lainnya. Usai mengitari daerah Blokplan sampai finish, Opa Eki pun langsung mencari Masjid, untuk istirahat sebentar sekaligus menunggu waktu sholat Dzuhur. ” Yah, setelah sholat Dzuhur ini, istrahat sebentar, rencana saya akan langsung pulang. Ya, dengan sepeda ini lagi, pelan pelan dan santai, pasti akan sampai dirumah,” selorohnya.

Untuk ikut iven ini, Opa Eki mengaku mempersiapkannya sekitar hampir seminggu. Bersepeda dengan jarak cukup jauh ternyata, bukan kali ini saja. Sebelumnya, Opa Eki pernah menjajal rute Batudaa – Paguyaman yang jaraknya juga cukup jauh. “Waktu kemari (Gorut-red) sepeda saya rusak 2 kali. Hanya rusak ringan, dan setelah diperbaiki, saya lanjut lagi, ” ungkap Opa Eki, sambil tersenyum hingga terlihat giginya yang tanggal termakan usia.

Aksi yang bisa dibilang cukup nekat ini oleh Opa Eki dibilang sudah biasa. ” Naik sepeda itu sehat. Bisa buat badan kita bergerak semua, makanya saya masih kuat bersepeda sampai hari ini,” tutup opa Eki yang mengaku keluarganya sangat mendukung untuk dirinya bersepeda. (**/rg)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.