Trans Sulawesi Boalemo Lumpuh 3 Jam

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Idaman ini mengakibat 3 titik terendam banjir.

RadarGorontalo.com – Kabupaten Boalemo kembali diterjang banjir, Senin(6/3). Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Idaman ini mengakibat 3 titik terendam banjir, yakni Desa Potanga (Botumoito), Desa Ayuhulalo (Tilamuta), Desa Piloliyanga (Tilamuta) dan Desa Pentadu Barat (Tilamuta). Kondisi terparah terjadi di Desa Potanga, Kecamatan Botumoito.

Air setinggi 1 meter merendam rumah warga dan akses jalan Trans Sulawesi. Bahkan akibat dari genangan air di ruas jalan Trans Sulawesi tersebut, arus lalu lintas mengalami kelumpuhan selama 3 jam. Kendaraan roda dua maupun roma empat tidak dapat melintas, dan memilih untuk menunggu air surut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boalemo Mus Moha yang dihubungi RADAR Gorontalo, Senin malam menyampaikan bahwa berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 481 KK dan 1.562 jiwa yang terdampak banjir di Desa Potanga. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam rangka evakuasi korban banjir. Sampai malam ini (tadi malam), kami masih fokus evakuasi. Insya Allah besok (hari ini), baru kami akan melakukan intervensi terhadap korban,” ujar Mus. Dalam proses evakuasi, memprioritaskan warga yang sakit, anak-anak serta kaum lanjut usia.

Selanjutnya, lokasi kedua yang terendam banjir adalah Desa Piloliyanga dan Desa Ayuhulalo. Di dua desa tersebut, terdapat 80 KK yang terkena dampak banjir yang tingginya mencapai setengah meter ini. Selain itu, 1 buah pohon tumbang di wilayah tersebut. Akibatnya, jaringan listrik dan arus lalu lintas pun putus. “Jalan tertutup karena ada pohon tumbang. Dan jaringan listrik juga putus. Namun kami sudah berkoordinasi dengan PLN, dan alhamdulilah sudah ditindaklanjuti pada malam tadi oleh pihak PLN,” ujarnya.

Lokasi selanjutnya yang terkena banjir adalah Desa Pentadu Barat, Tilamuta. Sebanyak 25 rumah warga tergenang oleh arus air kiriman dari gunung. “Untuk wilayah Pentadu Barat banjir disebabkan oleh tersumbatnya saluran air yang berada di lokasi tersebut. Alhamdulilah, sampai jam 7 malam sudah ditindaklanjuti untuk dibersihkan agar aliran air kembali normal,” tandas Mus Moha.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DSPMD) Kabupaten Boalemo Syafurddin Lamusu menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan distribusi bantuan pada Selasa(7/3)pagi. “Karena kejadian banjir ini terjadi pada Sore menjelang malam hari, maka kini DSPMD dan Tagana tengah melakukan pengepakan paket bantuan. Besok (hari ini) akan disalurkan.

Bantuan yang akan disalurkan meliputi bahan makanan pokok, mie instan, ikan siap saji, perlengkapan bayi hingga alat tidur,” beber Syafruddin. Apakah Tagana membangun tenda evakuasi ataupun dapur umum?. Bendahara KAHMI Kabupaten Boalemo ini menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya tidak membangun tenda evakuasi maupun tenda dapur umum. “Banjir berangsur surut. Masyarakat memilih untuk kembali ke rumah dan melakukan pembenahan pasca banjir. Jadi kami tidak membagun tenda darurat. Hanya saja untuk bantuan, akan tetap kami salurkan,” pungkasnya.

Berbicara soal banjir, tentunya Desa Potanga menjadi wilayah yang langgaran terjadi banjir. Setiap musim penghujan, Potanga menjadi daerah yang terendam banjir. Hal ini tidak lain diakibatkan oleh tidak mampunya saluran air di desa itu menampung debit air yang begitu besar dari gunung. Apalagi, saluran air yang modelnya berbelok pada salah satu sisinya itu, membuat air sulit untuk mengalir.

Akibatnya pun meluap ke rumah warga dan jalan Trans Sulawesi. Adapun solusi yang pernah dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Boalemo, adalah mengupayakan adanya alih arus sungai. Selain itu, model saluran pun diupayakan menjadi lurus. Namun program normalisasi sungai mendapat penolakan dari sejumlah warga. Untuk bisa mengatasi persoalan banjir di Desa Potanga, tidak ada cara lain selain melakukan program pelurusan dan pelebaran. Sehingga debit air dapat ditampung dan tidak lagi meluap hingga ke rumah warga dan jalan Trans Sulawesi. (RG-59)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.