TNI Perhatikan Ketahanan Pangan Gorontalo

 


PANEN RAYA yang dilakukan Tim Sergap Mabes TNI AD, Kodim 1304 Gorontalo, Dinas Peratanian Provinsi Gorontalo dan Koramil setempat.

RadarGorontalo.com – Selain ditugaskan untuk mejaga perbatasan di wilayah hukum Gorontalo, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) secara khusus diperintahkan untuk mengawal sektor pertanian. Hal ini seperti terlihat dari aktivitas Tim Sergap TNI AD dari Markas Besar (Mabes) TNI AD, yang melakukan panen raya di lahan pertanian yang ada di Kabupeten Gorontalo Rabu (05/04). Bersama Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo dan Kodim 1304 Gorontalo, serta Dinas Pertanian Kabupaten Bone Bolango.

Kolonel Infantri Beny Sulistiyo, dari Tim Sergab Mabes AD mengatakan, pihaknya mendapat tugas dan perintah untuk mendampingi Dinas Pertanian di seluruh Indonesia agar lebih kenal dan tidak asing lagi dengan masalah pertanian. “Kenapa petani wajib menjual 15 persen beras di Bulog, karena stok beras yang di jual petani akan di jadikan cadangan bantuan kepada rakyat dan juga akan kembali ke rakyat. Jika petani menjual beras ke Bulog, akan banyak keuntungan yang didapatkan, selain sebagai cadangan negara, bisa juga untuk menstabilkan harga beras di pasaran,” ujarnya.

Meski panen beras petani kurang berhasil saat musim penen, Kolonel Inf Beny menjelaskan, Bulog harus tetap membeli dan apabila daerah lain mengalami kesusahan akan di bantu oleh Bulog, jadi intinya dari petani juga akan kembali ke petani. Dan ia beharap, kedepan tidak ada masalah pangan di negeri ini, sehingga negara tidak lagi tergantung pada impor beras dari negara lain. “Target yang di capai oleh Bulog di tiap daerah sudah ada, tapi belum mencapai 5 persen sesuai target yang di harapkan Pemerintah,” jelasnya.


SUASANA penen raya yang dilakukan Tim Sergap Mabes TNI AD, Kodim 1304 Gorontalo, Dinas Peratanian Provinsi Gorontalo dan Koramil setempat.

Sementara itu Mulyadi Mario, Kepada Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menambahkan, ada 34 ribu hektare sawah produktif di Bonbol. Dan program gabah di daerah ini di tahun 2017, meningkat dengan signifikan mecapai 4 persen dari musim panen 2016 kemarin. “Petani Gorontalo umumnya mempunyai budaya menjual beras, tapi untuk menjual gabah belum bisa bahkan sudah kita coba memberikan modal untuk menjual gabah tapi kurang berhasil,” terangnya. “Target kami pemerintah, adalah penjualan gabah ke Bulog dan akan menjadi target serapan beras nasional. Dan upaya khusus Kabupaten Bone Bolango, termasuk lumbung strategis, karena walaupun musim kemarau masih bisa produksi padi,” timpalnya.

Diketahui, kegiatan panen raya tersebut dihadiri oleh Komandan Kodim (Dandim) 1304 Gorontalo Letnan Kolonel (Letkol) Inf Dadang Ismail Marzuki, Danramil Suwawa kapten Inf Basran Wero, Kepala Dinas Pertanian Bone Bolango Nurdin Saud, Kepala Bulog Subdivre Gorontalo Sjamsudin, mantri tani dan kelompok tani se Kabupaten Bone Bolango.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.