Tinggalkan Kursi Wawali, dr. Budi Akhirnya Maju Pileg

Budi Doku

RadarGorontalo.com – Hari ini dr Budi Doku mendaftar di KPU untuk ikut Pileg 2019. Begitu hasil pertemuan tadi malam di sebuah Kafe. Hadir dalam pertemuan itu Ketua Nasdem Kota Ridwan Monoarfa, Rustam Akili, Roni Imran, Ismet Mile dan Mikson Yapanto.

Budi akhirnya harus meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Walikota yang masih 10 bulan karena harus menerima perintah partai untuk maju di Pileg. “Kaka Rahmat minta Kaka Budi maju di Pileg menggantikan Almarhum Zainudin Rahim,” kata Ridwan Monoarfa. Itu artinya Budi akan maju bertarung di Dekot.

Perintah ini sulit ditolak Budi, karena ini datang dari Rahmat Gobel. Sebenarnya skenario ini sudah ada sejak lama, tetapi Budi memilih memberikan kesempatan pada kader lain. Tapi karena salah satu bacaleg meninggal dunia maka Budi harus menggantikan posisi yang ditinggalkan Almarhum Zainudin Rahim. majunya dr Budi dari dapil Kota Timur maka persaingan semakin ketat.

Selain membicarakan soal Budi Doku, para tokoh yang hadir tadi malam juga membahas bagaimana merebut satu kursi DPR RI, Rahmat adalah barang bagus dan sangat bermanfaat untuk Gorontalo, sayang sekali kalau Rakyat banyak tak mengenal siapa dan bagainana seorang Rahmat. Lihat saja apa yang sudah dilakukan Rahmat sekarang ini, banyak petani yang sudah merasakan manfaat keberadaan Rahmat di Gorontalo. Program pertaniannya yang dia laksanakan dengan APRG ( Anggaran Pembangunan Rahmat Gobel) ternyata sangat unggul.

Teknologi pertanian yang diterapkannya di demplot demplot yang dia bangun dibeberapa kecamatan mulai membuka mata para petani. Rahmat memang datang membawa sesuatu yang sangat bermanfaat untuk rakyat Gorontalo, bukan saja mengajari cara bertani yang hebat, tetapi juga cara berdagang. Dan kalau beliau datang untuk menjadi Caleg, ini memang bagian diri skenario Nasdem menurunkan Rahmat ke Gorontalo agar dia dekat dengan Gorontalo dengan begitu dia bisa memberikan banyak untuk Gorontalo apalagi Rahmat harus melaksanakan pesan ayahnya untuk memberikan pengabdiannya di tanah leluhur. (rg-54)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.