Tim Adhan Keluar, Tim Marten Masuk Kantor Panwaslu, Minta Gugurkan….

Tim Advokasi pasangan Marten – Ryan dari paket MATAHARI saat mengajukkan gugatan ke Panwaslu Kota Gorontalo.(f/Abink)

RadarGorontalo.com – Hanya berselang sekitar satu jam dari pukul 14.00 WITA Rabu (14/2) , setelah tim advokasi dari pasangan calon Adhan-Hardi bertolak meninggalkan Kantor Panwaslu Kota Gorontalo. Tepat pukul 15.00 WITA tim advokasi pasangan Marten-Ryan, mendatangi Kantor Panwaslu Kota Gorontalo. Mengajukkan gugatan yang berisi beberapa substansi perkara yang dinilai diabaikan oleh penyelenggara.

Mereka menuntut KPU Kota Gorontalo agar menggugurkan salah satu pasangan calon, permintaan itu masuk dalam isi tiga pokok perkara, yang digugat tim advokasi MATAHARI ke Panwaslu Kota Gorontalo. “Kami siap menghadirkan saksi ahli, dan telah mengantongi bukti kuat atas sengketa pilkada yang sudah kami masukan ke Panwaslu Kota Gorontalo,” ujar Aroman Bobihoe, anggota tim advokasi pasangan MATAHARI Rabu (14/02).

Secara rinci Aroman Bobihoe menjelaskan, pada tahapan sebelum penetapan yakni tanggal 11 hingga 15 Januari kemarin. Sesuai dengan PKPU nomor 1 tahun 2017, dimana masyarakat bisa memberikan tanggapan atas tahapan-tahapan pencalonan. Nah, sebagai masyarakat pihaknya waktu itu menyampaikan tanggapan, tentang proses hukum yang putusannya sudah inkrah di tiga lembaga, yakni DKPP, Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.

Selain memiliki bukti kuat atas tiga putusan itu, alasan pihaknya mengangkat hal tersebut, karena, ada tiga persoalan yang menyangkut tahapan itu. Pertama lokus delikti, atau kejadian perkara atas tahapan itu sangat jelas di Kota Gorontalo. Kedua subjek hukum atau calonnya, yang masuk dalam pilkada itu, adalah orang yang sama ikut Pilwako tahun ini. Ke Tiga, objek perkaranya juga sama, yakni tentang tahapan pencalonan, yang tertuang dalam tiga putusan yang inkrah tadi. ” tiga persoanal ini sudah kami tuangkan dalam tanggapan masyarakat. Kemudian pada akhir masa penyelesaian akhir dari tahapan penetapan paslon, kami mempertanyakan hal itu kepada Panwaslu Kota Gorontalo. Tentang bagaiamana tanggapan masyarakat, yang kami masukkan. Dan hasilnya, sampai dengan hari ini kami tidak pernah menerima apa hasil dari tanggapan yang dimasukan tersebut. Jawaban dari Panwaslu saat itu, telah meneruskan aduan tersebut ke KPU Kota Gorontalo, dan kami sudah menanyaka ke KPU, tentang rekomendasi Panwaslu atas tanggapan masyarakat yang ia masukan. Namun KPU menjawab belum pernah menerima rekomendasi dari Panwaslu,” terang Aroman.

Gugatan lain yang diajukkan tim advokasi MATAHARI, yakni proses tehapan pemeriksaan kesehatan, yang sebelumnya telah dilalui masing-masing paslon. Menurut Aroman, proses tahapan itu banyak menemukan kejanggalan, dimana pada 14 Januari lalu salah satu calon tidak bisa mengikuti proses tahapan itu. Karena diduga sedang menjalani perawatan di ruang ICCU RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo.

“Kami menduga ada perlakukan istimewa terhadap calon tersebut, karena ketika penetapan hasil tes kesehatan oleh tim pemeriksa pada tanggal 16 Januari. Bersangkutan dinyatakan memenuhi syarat dalam tahapan tes kesehatan tersebut, padahal seperti yang kami ketahui pada tanggal yang sama calon tersebut di rujuk ke RSU Gatot Subroto. Dan kami punya bukti surat rujukan itu.

Selain proses itu ternyata pada tahap hasil pemeriksaan kesehatan, KPU tak menerima lampiran hasil tes kesehatan sementara di PKPU nomor 3, tim pemeriksa kesehatan calon wajib melamrikan hasil pemeriksaan tes kesehatan dan harus diserahkan ke KPU, tapi hal demikian tidak dilakukan tim pemeriksa kesehatan,” jelas Aroman. “Dan dokumen hasil tes kesehatan milik calon itu, nanti disampaikan pada tanggal 10 Februari lalu,” timpalnya.
Kemudian mengenai laporan pajak milik salah satu calon, yakni calon wakil walikota dari pasangan lain. Yang diduga hanya melampirkan surat keterangan sedang mengiuti tax amnesti, dari Kantor Pajak Gorontalo. Padahaln sesuai PKUP, yang diminta adalah laporan pajak 5 tahunan, yang semua paslon sama formatnya.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *