Teror Narkoba di Bumi Hulonthalo

ilustrasi (Anwart/RG)

Jumlah Kasus Tumbuh Tiap Tahun 

RadarGorontalo.com – Bagaikan teror, narkoba perlahan tapi pasti mulai menggerogoti masyarakat Gorontalo. Memang, jumlah kasus yang diungkap aparat, tak sebesar yang ada di kota-kota maju, namun jika melihat data, maka jelas bahwa pertumbuhan kasus narkoba begitu subur di daerah berjuluk serambi madinah ini.

Data yang dihimpun dari Bidang Humas Polda Gorontalo. Tercatat, Tahun 2012 ada 3 kasus, Tahun 2013 ada 21 kasus, Tahun 2014 ada 24 Kasus, Tahun 2015 ada 33 Kasus,Tahun 2016 ada 43 kasus dan tahun 2017 sejak bulan Januari hingga September 2017 ada 45 Kasus. “Dibandingkan dengan polda lain, wilayah Gorontalo masih rendah, namun kalau kita lihat setiap tahun terjadi peningkatan, maka perlu menjadi perhatian. Kita sudah melakukan berbagai upaya mulai dari preemtif, preventif hingga penegakkan hukum, namun selama masih banyak permintaan (demand) terhadap barang haram tersebut maka suplay akan terus masuk, dan untuk wilayah Gorontalo selama ini banyak berasal dari wilayah Sulawesi Tengah,” ujar AKBP Wahyu Try Cahyo.

Barang haram ini sudah masuk ke segala lini di Gorontalo, mulai dari kalangan muda mudi, pejabat, aparat hukum, pengemudi hingga kalangan pelajar. Berkaitan dengan peredaran narkoba, sebelumnya, Kapolda Gorontalo sudah sering mengingatkan kepada jajarannya, untuk perang terhadap narkoba dan miras. Berbagai upaya pencegahan hingga penegakkan hukum, terus digalakkan guna memberantas peredaran miras dan narkoba di Gorontalo. Bahkan Kapolda secara tegas sampaikan, akan menindak tegas bagi anggota yang nekad menjadi Bandar narkoba. “Sebagai aparat Kepolisian yang memiliki tugas pokok memelihara kamtibmas, menegakkan humum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, kita punya kewajiban untuk menjaga masyarakat Gorontalo dari ancaman Narkoba.

Jangan biarkan generasi muda Gorontalo rusak karena narkoba, selain itu kita harus juga awasi anggota kita, jangan sampai mereka terjerumus dan terlibat dalam bisnis haram tersebut. Pengawasan yang melekat, lakukan tes urine mendadak, tingkatkan terus pembinaan rohani dan mental anggota agar terhindar dari pengaruh narkoba. Bagi anggota yang sudah diingatkan namun tetap nekad, bahkan menjadi Bandar atupun pengedar, akan saya tindak tegas bila perlu saya pecat, karena dia sudah berkhianat terhadap institusi Polri,” ungkap Wahyu, mengutip penegasan Kapolda Gorontalo.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *