Terkait Bom Bunuh Diri di Jakarta, TNI – Polri Gorontalo Siaga

situasi kejadian bom kampung melayu (istimewa)

RadarGorontalo.com – Bom bunuh diri yang terjadi di kampung melayu Jakarta, menelan korban nyawa. Berhembus kabar, kalau pelakunya masih terkait dengan kelompok militan di Poso Sulawesi Tengah. Mengantisipasi itu, baik TNI dan Polri yang ada di Gorontalo, kembali meningkatkan kewaspadaanya. Terlebih menjelang bulan Ramadhan. Instruksi khusus pun dikeluarkan baik dari Kapolda Gorontalo maupun Dandim 1304 Gorontalo.

Seperti yang diungkapkan Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Drs. H. Rahmat Fudail, yang sudah menginstruksikan pada semua jajaran. Untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, dan tingkatkan kewaspadaan. “Seluruh jajaran mulai Polda, Polres hingga Polsek saya perintahkan untuk tingkatkan kewaspadaan. Dan tingkatkan giat patroli maupun razia- razia di perbatasan, guna meminimalisir masuknya kelompok- kelompok tertentu yang ingin membuat kekacauan di Gorontalo. tegas Kapolda.

Instruksi siaga ini, juga diperintahkan Kapolda di semua tempat-tempat ibadah. Guna memberikan jaminan keamana bagi masyarakat, yang menunaikan ibadah. Seperti untuk perketat penjagaan di gereja-gereja, guna supaya umat nasrani terjami saat melaksanakan ibadah Misa. “Sat Gegana Brimob saya turunkan untuk mengecek, seluruh gereja yang akan melaksanakan ibadah Misa. Begitu juga pasukan lainnya kita stand by kan, sewaktu waktu dibutuhkan siap kita gerakkan. Semua itu demi keamanan masyarakat,”terang Kapolda.

Untuk meredam isu yang tidak baik dan Hoax, berkaitan dengan ledakan bom itu. Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono. SIK, mengimbau. Seluruh masyarakat Gorontalo agar tidak perlu panik dengan adanya aksi bom bunuh diri, di Kampung Melayu. “Jangan takut dan tetap tenang, karena kami siap menjamin keamanan masyarakat,” ucap Wahyu.

Disisi lain perintah yang diberikan Panglima TNI Jenderal TNI Gattot Nurmantio, terhadap Dandim 1304 Gorontalo Letkol Inf Dadang Ismail Marzuki. Yakni lebih meningkatkan kewaspadaan bukan hanya di wilayah perbatasan, tapi harus dilakukan pengawasan ketat di objek vital. Terutama dalam pelaksanaan ibadah Bulan Ramadhan ini, masyarakat untuk bisa bersinergi dengan aparat. “Initinya petunjuk dari Panglima TNI itu, meningkatkan kewaspadaan dan memerintahkan pada anggota untuk waspada.

Dan menjalankan ibadah, sekalgus melalukan pengawasan terhadap kawasan objek vital. Kekutan mereka (Teroris) ini sedikit, dan menyerang kita disaat kita lemah. Mana kala kita kuat dan waspada sertya deteksi dini, pasti mereka jauh. Saya mengimbau, masyarakat dapat bersinergi dengan aparat hukum khususnya TNI, untuk memberikan penerangan jalan di kawasan yang gelap. Apalagi itu dikawasan objek vital,” terang Dandim.(rg-62)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *