Terancam Ditutup, 50 Persen Bangunan ‘Liar’ Adalah Warisan

RadarGorontalo.com – Deadline sepekan yang diberikan Dinas Tata Kota dan Pertamanan (Distaper) Kota Gorontalo kepada pemilik 85 bangunan liar, sudah berakhir. Dan hanya sebagiannya saja yang mau mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Teguran lisan pun sudah diberikan oleh Satpol PP, sebelum melakukan penindakan. Jika tak kunjung diindahkan, maka bangunan-bangunan liar itupun siap dirobohkan.

Kata Sekretaris Distaper Kota Gorontalo San Sukoyo, Rabu (30/11), 85 bangunan yang belum memiliki IMB tersebut rata-rata bangunan tua. Bahkan beberapa diantaranya, seperti yang terletak di kawasan Jalan MT. Haryono, Jalan S Parman, Jalan Suprapto, Jalan 23 Januari, Jalan Raja Eyato dan Jalan Sutoyo, bukan lagi pemilik asli. Sebagian adalah warisan peninggalan orang tua. “Untuk penindakan, kewenangannya telah kami serahkan pada pihak Satpol PP Kota Gorontalo, karena itu merupakan tupoksi mereka,” ujar Sukoyo.

Ditempat terpisah, Kepala Satpol PP Kota Gorontalo Iskandar Muerat M.Si mengatakan, untuk penindakan sendiri, pihhaknya mendahului dengan memberikan teguran lisan. Namun, dari 85 pemilik bangunan, hanya sebagian saja atau 50 persen yang mengindahkan teguran itu. “sisanya yang 50 persen lagi, akan kami berikan teguran tertulis,” terang Iskandar.

Dijelaskannya juga, penjelasan dari mereka yang menempati bangunan-bangunan tak berizin itu, pengurusan IMB terkendala pada dokumen kepemilikan bangunan dan tanah, yang masih mengatasnamakan pemilik lama, karena itu adalah harta warisan. Solusi yang bisa ditempuh saat ini adalah, memberikan kesempatan bagi pemilik baru untuk bermusyawarah dengan anggota keluarga lainnya, untuk memuluskan pengurusan IMB. “Karena tanah dan bangunan itu adalah budel (warisan bersama), kami memberikan kesempata pada mereka untuk musyawarah dengan keluaraga mereka, mengenai pengurusan IMB,” jelas Iskandar.

Tambah Iskandar, jangka waktu yang diberikan pada sejumlah pemilik bangunan tersebut, hanya tiga hari. Dan jika dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, masih saja belum mengurus IMB, maka pihaknya akan melakukan tindakan selanjutnya, yakni penutupan sementara bangunan tersebut. “Kami tidak main-main dalam menjalankan Perda ini, dan dengan berat hati kami terpaksa menutup sementara bangunan tersebut dan tidak bisa dioperasikan atau digunakan oleh pemiliknya, jika masih ditemukan belum mengantongi IMB,” tukas Iskandar.

Sebelumnya Distaper Kota Gorontalo telah melakukan pendataan awal terhadap 241 bangunan yang ada di seluruh wilayah Kota Gorontalo. Dan penindakan atau penertiban ini, merupakan tindak lanjut dari temuan pihak Distaper Kota Gorontalo, ketika melakukan pendataan di lapangan pekan lalu.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.